Saya dan pencalegan
Seperti yang sudah teman-teman ketahui kalau saya diajukan oleh partai Gerindra sebagai caleg di pemilu mendatang. Dan ini terus terang mendatangkan banyak cibiran dari banyak orang.. sebetulnya hal ini sudah bisa saya prediksikan sebelumnya, mengingat fenomena artis yang terjun ke dunia politik saat ini. Bisa saya bayangkan pasti mereka berpikir, “gila! mau dibawa kemana ini negara kalau diwakili oleh kaum-kaum yang hanya modal tampang doang!”. Dan komentar itu pun pernah terlontar dari mulut saya sebelum mendapatkan pencerahan untuk ingin ikut mengambil sebuah tindakan kongkrit untuk negara ini dan tidak hanya mengeluarkan keluhan saja.Blog ini, bukan untuk pembelaan diri. Blog ini saya tulis sekedar untuk berbagi cerita karena banyak sekali yang bertanya-tanya tentang keterlibatan saya di dunia politik saat ini.Alasan saya untuk menerima tawaran menjadi caleg, selain ingin ikut memberikan ide, pemikiran, dan warna baru di legislatif (dan itu tentunya sudah terdengar sangat klise sekali di telinga anda), menurut saya, tidak ada salahnya kalau ada perwakilan seniman yang duduk di legislatif. Tolong koreksi saya apabila pemikiran saya terlalu naif, tapi menurut cara berfikir saya yang sederhana rumusnya jadi… legislatif=perwakilan rakyat dan rakyat=petani, pedagang, pengajar, seniman, dan lain sebagainya. Jadi, lagi-lagi menurut pemikiran saya, sah-sah saja kok kalau pekerja seni duduk di legislatif dan menangani komisi yang berkaitan dengan pendidikan maupun pengalaman profesionalnya. Tapi yah, itu kan hanya pendapat saya. Oleh karena itu mudah-mudahan tulisan saya ini bisa menjadi awal forum diskusi. Saya sangat terbuka untuk semua saran, dukungan, maupun kritikan. Insya Allah, semua comment yang masuk akan saya tampilkan (tapi kalau bisa jangan ada kata-kata yang kasar yaa..hehehe…).Thanks.
August 23rd, 2008 at 03:20
Memang lucu mbak racel, mewakili seniman tpi yg pilih petani, pdagang dan pengangguran bukan seniman. Berapa sih bnyk seniman yg diwakili,aku khawatir klo2 seniman 6 org yg mwakili 7 org. Hancur negeriku klo bgini,sbaiknya mbak jgn nyaleg utk jdi DPR tpi jdi DPS (Dwan Prwakiln Sniman). Tpi gak apa2 mbak biar gdung rakyat jdi arena teaterikal alias panggung payudara.
August 23rd, 2008 at 06:25
halah, jadi caleg kan cuman salah satu peran terbaru kalian dalam dunia peraktingan….jangan muna deh, gak laku jadi artis terus aji mumpung jadi caleg
August 23rd, 2008 at 07:05
semua tindakan yang diawali dengan niat baik itu insyallah akan menjadi baik..
tapi itu gk lekas akan menjadi baik kalau tidak disertai dengan kemampuan yang baik..
so..jujurlah pada diri sendiri, apakah amanah yang akan diemban nanti sanggup akan kita jalankan..
Karena semua itu memerlukan proses agar kita bisa menjalankan amanah dan siap menghadapi tantangan dimasa depan..bukannya ujug2 ingin menjadi caleg..
terjemahan bebas salah satu hadits Nabi SAW kurang lebih seperti ini…
“Ketika suatu urusan sudah dipegang oleh yang bukan ahlinya, maka tunggu saja tanggal kehancurannya…”
(ps: ini hanya pesan seorang anak bangsa untuk anak-anak bangsa lainnya)
salam indonesiaku.
August 23rd, 2008 at 07:38
sebelumnya saya mau angkat jempol kepada para artis yang mau ikut turun di dunia politik, sebelumnya saya juga sudah menulis di blog saya tentang hal ini, dimana bagi saya ini adalah sebuah simbiosis antara dua buah pihak, gak ada salahnya dan hak mbak maryam memiliki pemikiran untuk menyumbangkan ide dan pemikiran untuk negara ini melalui partai yang mbak yakini mampu mengakomodasi pemikiran mbak, dan tentunya mbak juga tidak naif bahwa partaipun ingin juga keterkenalan mbak sebagai seorang selebritis juga mampu mendongkrak pendapatan suara dari mbak maryam. Dan juga mbak juga harus siap-siap memasuki rimba politik yang tidak ada kawan sejati yang ada kepentingan yang sama….jangan sakit hati aja nantinya yaa.Kecuali memang bersatunya mbak di partai bukan berdasarkan persamaan kepentingan tetapi persamaan hati, nanti kalo kepentingan mbak udah gak sama ya jangan kecewa saja….selamat berjuang mbak maryam.
August 23rd, 2008 at 09:17
Mba Rachel, saya sudah bikin artikel di Blog saya tentang dukungan thd artis yg calonin cadi caleg yg judulnya BAKAT, coba deh mampir ke Blog nya anny blogdetik
August 23rd, 2008 at 09:31
Wah hebat ya artis2 sekarang lagi musim terjun ke dunia politik banyak banget yang di calonin jadi caleg, Jadi inget waktu musim bikin tenda buat jual makanan, hampir semua artis buka tenda.
Ya namanya nyari duit yah!!hehehe
Ok deh…. selamat berjuang, semoga bukan karna musim nya ya terjun ke politik nya
Good luck
August 23rd, 2008 at 10:42
Rachel Maryam yang cantik, saya menyambut baik artis ikut berperan dalam mengisi kemerdekaan dengan mecalonkan diri sebagai anggota DPR itu kan hak setiap warga negara, kalo memang kamu mampu kenapa ragu…??maju aja terus… OK!!! tapi saya mau nitip pesan sama kamu, kalo kepilih nanti jadi anggota DPR jangan lupa diri, kamu harus inget tanggung jawab yang dipercayakan sama kamu itu berat, kamu harus profesional dalam membela kepentingan rakyat kecil dan yang paling penting setiap perbuatan kamu ada pertanggung jawabannya terhadap Alloh SWT dan rakyat Indonesia. Kamu juga harus inget kalo kamu nanti sudah duduk dikursi legeslatif nanti jangan terbuai dan lupa , kalau kamu itu PELAYAN RAKYAT.
Oya sedkit kritik buat tulisan kamu kalo nulis Insya Alloh, bukannya huruf A -nya harus gede, kan Dia (Alloh) maha segalanya.
August 23rd, 2008 at 11:06
Menurut saya untuk mengabdikan diri kepada masyarakat gak harus kok jadi anggota legislatif, yang lebih nyentuh langsung lah. Bangun yayasan sekolah gratis misalnya, pelatihan tenaga kerja ato bikin pondok untuk belajar seni. mungkin ibu bisa mulai dari daerah ibu sendiri terutama untuk mereka yang kurang beruntung. Tolonglah belajar dari alm bapak sophan sofyan. Luruskan niat, ikhlaskan hati bila ibu masih berniat meancalonkan diri. Sesungguhnya ibu itu sudah menjadi figur di mata masyarakat, tinggal action ibu saja dan itu gak mesti nunggu hingga ibu menjadi anggota legislatif.
maaf kalo ada kata2 yg tidak berkenan.
trims
August 23rd, 2008 at 12:18
ah.. kita bisa liat kok mana artis yg pintar yg pantas jd wakil rakyat dan mana yg enggak.
mba rachel udah siap apa kl jd wakil rakyat?
siap utk tidak hidup dugem malam2?
kl belum, jangan deh.. nnt malah bikin rakyat kecewa liat wakilnya terus menghamburkan uang2nya ke club2 malam…
August 23rd, 2008 at 12:25
saya bukannya selalu menganggap artis itu ga pantes jd caleg..
cuma saya betul2 kecewa dgn para artis yg ga sadar akan potensi diri sendiri..
kl memang anda betul2 mengerti kemauan rakyat.. jgn ikut2an maju jd caleg kl merasa ga mampu…
karna keinginan rakyat ya memang itu !
*tapi kl mba merasa mampu, ya monggo..
August 23rd, 2008 at 12:35
OK, setuju aja artis jadi caleg. Tapi tolong ditunjukkan bahwa anggapan semua orang selama salah, jika artis jadi caleg hanya kesempatan dalam kesempitan. Kita tunggu kuprahnya !
August 23rd, 2008 at 13:18
buat Kak Rachel saya salut dengan Anda, banyak juga artis yang tidak memikirkan rakyat kecil, kalau Anda berbeda, semoga berbeda terus.
karena masih banyak arti yang hidup di awang2
idealisme itu perlu
pernah dengar karena kemiskinan kita membaca :
1. Tukang Gorengan Bunuh diri gara2 gorengan tempenya tidak laku, dia bunuh diri karena dia harus menaikkan Harga Tempenya karena disebabkan Minyak Tanah dan Minyak Goreng naik, setiap hari dia rugi 30 Tempe Goreng dan dsb, kalau di hitung2 15 gorengan @ Rp. 500 hanya Rp. 15.000 perhari dia rugi.
Karena masalah ini Tukang Gorengan memutuskan Bunuh diri
Apa yang bisa kita lihat adalah sangat ironis ketika kita melihat banyak orang korupsi dan memanfaatkan rakyat kecil, coba Anda kepuncak di hari Liburan, atau ke Bandung terutama Pusat Perbelanjaan banyak di serbu orang2 Jakarta, katanya resesi !!! kalimat ini hanya slogan !!! Resesi itu untuk siapa ???
Saya menangis membaca hal ini, kenapa dia harus meghabisi dirinya karena hal yang sebenarnya kita anggap sepele, itu tempe bisa saya borong aja cuma Rp. 15 ribu doang.
saya pikir pihak pemerintah juga harus memikirkan hal ini !!!, menjadi pemimpin harus timbul dari dalam dan mau membantu yang lemah, inilah pemimpin yang kita cari selama ini.
Anda mau menjadi caleg saya sangat bangga namun sebaiknya disertai dengan hati nurani yang tulus mau membantu dan membangun bangsa kita terutama rakyat kecil
Niat tulus akan otomatis terpancar, oke God Bless U
August 23rd, 2008 at 15:45
Wah musim Caleg mencaleg…
Insya allah kita mendukung dan ikut support.
August 23rd, 2008 at 16:31
Mba maryam…memang ga ada salahnya seorang artis itu utk jadi caleg, tp mba…apakah mba dah tau gmn tuh menyeramkannya rimba belantara dunia persilatan legislatif ??? Wah..mba…nyeremin lho…apalagi mba harus memikul amanat rakyat yg begitu bnyk dan sgt heterogen. Beda kepala beda pula isinya. So…saran sy…cobalah mba maryam berpikir lebih keras lagi, dan kalo bisa sholat Istgharoh aja dulu..tanyakan pada Yang Maha Kuasa apakah jalan yg akan mba maryam ambil sudah benar adanya.
August 23rd, 2008 at 21:51
Hai Rachel, salam kenal dari saya.
Menurut saya, niat Rachel untuk menerima tawaran menjadi caleg itu sangat bagus. Apalagi kalau niatnya memang mulia.
Tapi satu hal yang mungkin perlu direnungkan. Banyak parpol saat ini yang merekrut artis menjadi caleg atau calon bupati dst, sebenarnya tujuan mereka hanya “memanfaatkan” popularitas si artis.
Karena itu, ini masukan saya lho:
Menjadi caleg bagi seorang artis itu sah-sah saja. Itu bagian dari hak asasi kan?
Tapi jangan sampai pencalonan itu hanya karena si artis dimanfaatkan oleh politiku tertentu. Itu saja intinya.
Oke deh, salam sukses ya…
Jonru
http://www.sekolahmenulisonline.com
August 23rd, 2008 at 22:30
Selama anda mempunyai semua yg dibutuhkan untuk menjadi pelayan, pengawal, dan pembela kepentingan rakyat terus terang saya tidak akan banyak komentar.
tapi jangan lupa, habitat artis adalah di panggung pentas bukan di panggung politik.
Hapunteun sateuacanna bilih abdi teu raoseun nyariosna.
http://ridwannugraha.blogdetik.com
August 23rd, 2008 at 22:36
Hem… kupikir sah2 saja seorang Warga Negara Indonesia masuk dalam politik. Siapapun punya hak untuk dipilih serta memilih. Karena toh pada akhirnya kembali kepada rakyat juga yang milih. Ya… kalau nasib lagi baek, terpilih…, hmm… kalau nasib kurang baek… ya gak jadi apa-apa.
Nah… kalo mbak Rachel maju dalam dunia politik dan terjun bebas sebagai calon legislatif…. ya… monggo
August 23rd, 2008 at 22:50
berkreasilah jadi apapun, berjuanglah demi hati nurani, untuk kepentingan diri sendiri dulu baru memikirkan rakyat. kalau sudah merasa kuat dan mampu memimpin diri sendiri, kenapa ga ditularkan disebarkan ke yang lain. tapi ya….itu yang penting. sudang mampu memanage dewek belum…..?? kalau belum ya…nunggu sampai mampu….., lagian berjuang atas nama membela rakyat, wong cilik, dsb (sebutan untuk rakyat kita…) tidak hanya di Lembaga Legislatif.
mudah-mudah niat mba Rachel maryam tidak mengingkari hati nurani mba……
i’m sory kalau tidak berkenan….salam kenal. he..he…
August 23rd, 2008 at 23:11
DPR adalah Lembaga Perwakilan Rakyat, siapa pun berhak untuk mengabdikan dirinya mewakili kepentingan rakyat dan dalam kompetensi apapun dirinya didalam masyarakat. Seniman adalah profesi, seperti halnya profesi lain yang ada dalam masyarakat bernegara. Ia akan menjadi teristimewa jika kita pandang demikian, akan tetapi ia juga bisa menjadi istimewa seperti profesi-profesi lainnya yang juga istimewa yang biasa kita lihat sehari-hari dalam dunia kita. Saya mendukung siapa saja yang mau dan mampu, bahkan siapa saja yang mau memaksa dirinya untuk menjadi mampu, dan memberanikan dirinya untuk terlibat dalam sebuah sistem walaupun tanpa didukung pengalaman yang cukup. Tentunya apa yang akan terjadi didepan adalah sebuah pelajaran hidup yang memperkaya khasanah pikir dan rasa untuk meringankan langkah selanjutnya. Sukses!!!
August 24th, 2008 at 03:26
Selamat dech non kalo udah jadi caleg, cuma kalo jadi pemimpin jangan cuma bermodal tampang doang, belajarlah jadi pemimpin yang sesungguhnya supaya tidak menyia - nyiakan orang yang memilih anda.
August 24th, 2008 at 06:29
to : mbak Rachel
Saya sebelumnya sudah nulis di blog sayah yg ngomongin artis terjun ke dunia politik. Sah aja koq mbak, tapi bener2 bisa engga menyampaikan amanah rakyat…?
Hati-hati mbak, jangan mau di manfaatin oleh parpol untuk sebuah kedudukan yang mengatas namakan “kebenaran” karena “kebenaran” untuk siapa..???
Untuk baca postingan di blog saya. Klik disini.
Salam
Herry Rachman
August 24th, 2008 at 07:51
Pencalegan Anda, terserah pada Anda dan Partai yang mencalegkan. Anda berhak menerima dan menolaknya. Alasan Anda untuk menerima atau menolah itulah yang sangat penting.
Yang sangat disayangkan di dunia politik di Indonesia adalah, mereka menjaring suara TIDAK berdasarkan pada bagusnya program-program kerja yang ditawarkan, TETAPI lebih memakai kePOPULERAN wakilnya.
Alasan memaakai artis juga karena KEGAGALAN kaderisasi suatu parpol. Mereka akhirnya mencari jalan pintas untuk cari wakilnya, dengan orang yg sudah dikenal luas di masyarakat. Salah satunya ARTIS.
Kalau Anda menerima tawaran tsb, artinya Anda harus bisa memperbaiki kesan tsb dengan kemampuan anda berprestasi di Gedung DPR/MPR. Tapi sayangnya, saat ini belum pernah terdengar.
Buktikan bahwa Anda mampu.
-Mitsu-
August 24th, 2008 at 09:05
mbak rachel…memang indonesia perlu warna baru dalam perpolitikan tapi saya lihat dan cermati nuasanpolitik indonesia sekarang kembali pada th 65 yang mana banyak partai dan apa?!!! perbedaan dan penyatuan terhadap visi pemerintahan sulit sekali mufakat yang ada cuma share untuk kepentingan. Apalagi politik kita memiliki klasifikasi :1 politik awam 2. politik karbitan dan politik habitat. tingal anda saja masuk katagori mana dan perlu untuk kita pilosofi bahwa pahlawan itu bukan harus dan mesti berjuang turun ke medan perang. dan akhir kata sukses aja dalam karier artis….trim’s
August 24th, 2008 at 09:20
Menurut pendapat gw, dunia politik kita baru sampe tahap mencari nafkah dan kepopuleran. Moga-moga ini salah. Bagaimanapun, adalah hak asasi setiap orang menjadi caleg, tapi bagaimana kalo dik (keliatannya gw lebih tua nih) Rachel membeberkan program/rencananya seandainya jadi anggota legislatif. Apa kira-kira yang nanti akan dibuat. Bikin undang-undang itu gak mudah lho, pertimbangannya mendalam dan memerlukan pengetahuan yang memadai karena jangkauannya luas dan lama (kalo UU itu bener-bener diterapkan). Maaf, bukan meremehkan, sebaiknya adik jangan jadi anggota legislatif kalo hanya pelengkap, mending buat karya-karya film bermutu, gw rasa lebih bermanfaat. Mohon maaf jika ada kata-kata yang tidak berkenan.
August 24th, 2008 at 10:23
Saya nggak peduli siapapun berhak jd pemimpin tp jadilah pemimpin yang bijaksana dan mengayomi, bersikap adil dan ikhlas dlm bekerja demi rakyaknya ok ok. http://Www.musicafree-mp3.blogspot.com
August 24th, 2008 at 11:14
Asslm..
Setiap WN memang memiliki hak utk mnjdi caleg tetapi ada sebagian WN yg trampas haknya karna aturan caleg mncaleg yakni WN yg tdk tamat SD krn kemiskinannya pdhal kemiskinan itu sendiri hampir2 mrupakan produk pemerintah yg tak pintar mengelola negara dan jga krn korupsi oknum dewan. Mbak racel, bisa gak perjuangkan hak WN utk dpt hidup yg layak, hidup layak gak cukup dgn BLT tpi perlu pekerjaan, slh satunya pekerjaan jdi wakil rakyat, he..he… Aku kasi pantun mbak ya: Di lombok indah mutiaranya, dipake anting ama mbak rachel, tambah cantik tiada tara, kalo mbak masuk politik dgn alasan mengabdi kpd negara knapa gak bentuk yayasan membantu saudara kita yg hidup sengsara. Puncak rinjani tinggi skali, burung garuda mengepakkan sayapnya, mbak rachel tak slh mmilih partai, Gerindra brkuasa di 2009 nanti. Insya Alloh mbak
Salam
August 24th, 2008 at 15:41
Pemilu dengan lebih dari 30 partai ??? Cermin bangsa kita yang selalu mendahulukan hak daripada kewajiban. Seandainya Hillary Clinton orang Indonesia, pasti dia bikin partai baru karena kalah dari Obama. Anyway, buat Rachel, welcome to the jungle
August 24th, 2008 at 17:45
Salam Antusias…teh Rachel Maryam ngak pa2 ya saya panggil teteh karena kal ngak salah pernah kuliah di Bandung. Menurut saya, kalau memang serius mencalonkan diri jadi Caleg…mohon untuk mempersiapkan diri sebaik mungkin. Tingkatkan kepekaan kepada kepentingan rakyat, nyaringkan telinga untuk mendengar tangisan hari rakyat Indonesia. Mungkin teh Racel bisa memberikan contoh pada artis lainnya. Tapi ini TIDAK MUDAH…cobalah untuk belajar untuk memahami masyarakat dan turun lah ke lapangan jangan hanya hidup di dunia glamour artis saja.haturnuhun.
August 24th, 2008 at 23:15
Selamat atas pencalonan Rachel menjadi wakil rakyat. Cepatlah bersiap memasuki panggung yang menjadi tulang punggung rakyat. Niat baik Rachel untuk menjadi lidah rakyat kecil sungguh mulia. Tapi sungguh, sepertinya akan sia-sia jika Rachel tidak mempunyai amunisi yang cukup untuk masuk ke politik praktis. Manusia adalah mahluk politik, kata Aristoteles. Jadi wajar saja kalo kemudian Rachel berniat untuk serius di dalamnya.
Sebagai renungan tak ada salahnya Rachel berpikir sedikit nakal dengan logika jungkir balik. “Kenapa sebuah partai mencalonkan aku sebagai caleg? Apa yang sudah aku lakukan sehingga aku dipilih? Apakah aku telah melakukan sesuatu untuk masyarakat (rakyat) hingga sebuah partai mengusungku? Kenapa mereka tidak mencalonkan (artis) yang lain? Kenapa partai-partai besar tak “meminangku” lebih dulu jika aku memang layak jadi caleg?”
Sebenarnya wakil rakyat dari latar belakang/profesi apapun tidak perlu menjanjikan sesuatu untuk golongannya. Ada berapa profesi di negeri kita ini? Jika setiap profesi merasa perlu punya wakil rakyat di legislatif, bisa dibayangkan, betapa hiduk pikuknya gedung DPR. Jadi, apapun profesinya, ketika dia menjadi wakil rakyat, ya kepentingan rakyatlah yang dibela. Karena seniman itu rakyat, penjual gorengan juga rakyat, dan lain-lain.
August 25th, 2008 at 04:01
Gw bingung makin kesini, makin banyak aja orang yg beranggapan bahwa untuk memperbaiki atau memberikan sumbangsih kepada bangsa ini harus lewat jalur politik.
klo misalnya kita bikin list tentang apa2 yg bisa dilakukan untuk kemajuan bangsa ini, dan no 1 adalah yg paling manjur, serta no yg paling rendah adalah yg paling tidak manjur…maka gw ragu politik akan bisa mengisi salah satu tempat 10 besar urutan list tersebut.
Dengan tidak mengatakan gw ini sinis…cobalah kita buka mata dan hati kita lebar2…apa yg telah dilakukan politikus2 itu terhadap bangsa ini. “Justru karna itu, kami ingin melakukan hal yg beda”…bukannya semua politikus dulu ngomong gitu juga.
Kadang gw bingung buat semua artis yg terjun ke politik, sekiranya mereka adalah cuma warga sipil non-selebriti, apakah parpol2 itu akan meminang mereka? kenyataan yg terlihat lebih kepada sang artis yg ‘dimanfaatkan’ oleh parpol2 tadi, walopun memang untuk si artis ada balas jasa yg diberikan berupa materi.
kita ini bagai keledai yg jatuh d lubang yg sama dua kali…malah berkali-kali…hebatnya kalimat ini pun di gunakan para politikus untuk kampanye, “jangan sampai kita jatuh d lubang yg sama dua kali, pilihlah saya, pilihlah partai saya” padahal pas dia kepilih, baru kita merasa looser sendiri krn ternyata politikus itu gak sama sekali merealisasikan janjinya. Pada musim pemilu selanjutnya, hal sama terulang kembali, begitu2 terus sepanjang masa.
Bukannya gw anti politik, kenyataannya suatu negara klo gak ada politik (kekuasaan yg mengatur) ya gak bakal jadi negara lah, cuma jadi bangsa doank. tapi ya itu tadi, sedikit sekali yang politikus itu risaukan tentang hajat hidup org banyak. mereka sibuk sendiri aja mengekalkan kekuasaan/jabatannya. contohnya….buaanyakkk (coba buka mata dan hati anda).
jadi intinya politik itu perlu untuk keberadaan suatu negara, tapi tetap aja gw malas untuk berkecimpung didalamnya (baik jadi pemilih atau dipilih)…orang yang lagi ngerayu pacar pasti omongannya manis semua kan gak ada pahit2nya, pas dah jadi pacar, tau sendiri deh, dah pada ngerasainkan sendiri kan ^_^
August 25th, 2008 at 09:41
Sekolah dulu mbak ,S3 lah…. WOng orang s3 aja banyak yang hidup pas pasan, ini gak tau apa2 langsung jadi caleg uEnakkK Bener,,,,,,…..
August 25th, 2008 at 09:47
Nggak ada yg salah dengan banyaknya artis menjadi calon anggota legislatif. Semua warga negara mempunyai hak. Selamat ya Rachel, semoga kelak kalo terpilih, bisa memberi warna tersendiri terhadap DPR kita di masa yg akan datang. Berbuatlah yg terbaik bagi negeri ini.
August 25th, 2008 at 09:50
I thin’k Its Ok not bed
August 25th, 2008 at 10:06
Gw sih setuju2 aja artis jadi caleg..jadi apa jg bole koq..toh gw uda pernah bilang sebelumnya,klo negara ini jg termasuk panggung sandiwara..
Klo emg ngerasa mampu,maju terus..asal jgn lupa diri aja klo uda naek nanti..seperti yg sudah bnyk terjadi,pas kampanye ngmg yg manis2..
Pas uda naek,janji itu hanyalah janji..ada aja alasannya untuk membela diri..
August 25th, 2008 at 10:14
Saya sangat setuju kalau Artis boleh jadi caleg asal tujuannya memang diarahkan untuk memperjuangkan nasib kaumnya sesama artis. Tapi kalau untuk yang lain ????. Jangan dulu.
Kalau Ia kebetulan artis tapi punya inteligensia yang baik dibidang politik, ini lain soal. Tapi kalau yang kita lihat sekarang, manasih artis kita yang seperti itu. Coba liat sebentar lagi Ramadhan akan datang, akan banyak artis pake jilbab dengan tujuan bisa mengisi acara Religius. Kan Aneh …
Sekarang ini Indonesia memang sudah aneh. Kalau ditambah lagi para politisinya akan jadi aneh dan didukung oleh Rakyat yang Aneh pula. Makanya jangan berharap pemeritah bisa menjadi baik. Yang ada juga akan jadi pemerintah yang aneh juga.
Sekali lagi kalau hanya cari populeritas sebaiknya tidak ikut-ikutan jadi Caleg atau pengisi acara Religi..Cukuplah kalean ditempat yang sekarang…
August 25th, 2008 at 10:15
boleh2 aja sih jadi caleg, asal punya kemampuan.. yang jadi masalahkan kadang orang yg gak punya kemampuan tapi ngotot untuk maju jadi caleg. saya rasa kalo banyak yang tau diri, mungkin mereka gak akan berani maju untuk jadi caleg…bebannya kan berat. tampang gak kepake kalo jadi anggota legislatif, yang kepake skill dan moral anda.. saya sih setuju2 aja siapapun yang ingin maju jadi caleg asal sadar dengan kemampuannya..saya berharap rachel maryam memang punya kemampuan untuk itu, gak cuma modal tampang dan beken
thanks
August 25th, 2008 at 10:23
Anda mau CALEG, mau nyari penghasilan atau mau ngewakilin rakyat?
August 25th, 2008 at 10:31
gak setuju deh…………………………………..
August 25th, 2008 at 10:44
Ini komentar Anda saat jumpa pers soal pencalegan di kantor DPP Partai Gerindra, Kamis 21 Agustus 2008 :
Hmm…sama sekali bukan komentar yang cerdas. *sambil geleng2 17 x*
Ketika ditanya kenapa memilih Gerindra, Anda mengaku cocok di Gerindra karena sama-sama memiliki niat untuk menyejahterakan masyarakat Indonesia seluruhnya.
Oalaahh….si mbak ini belum jadi anggota legislatif aja sudah berani ngibulin orang dan diri sendiri (saya yakin itu). Parpol mana di Indonesia ini yang (ngakunya) tidak punya niat untuk menyejahterakan masyarakat Indonesia. Kalo di tanya pasti 100% mengklaim mereka semuanya berpolitik demi memperjuangkan kesejahteraan rakyat, padahal kenyataannya jauh pantat dari gigi hihihi….bullshit semua!!
Sangat disayangkan kenapa komentar Anda seperti itu…(sama persis dengan komentar kolega2 anda sesama artis yang juga nyaleg dari parpol2 lain…) Saya heran, kalian para artis dan seniman mau-maunya ikut-ikutan mendegradasikan moral kalian sendiri dengan terjun ke dalam kubangan kotor perpolitikan busuk di negeri ini… Kalo emang mau berjuang ambil dong jalur independen biar elegant dikit, jangan lewat parpol… ya minimal seperti yang ditunjukkan oleh primus lah saat doi ikutan pilkada bupati Subang….hehehe
August 25th, 2008 at 10:44
Sepertinya tahun-tahun kedepan baik infotainment maupun siaran berita semuanya akan didominasi oleh berita-berita artis.
Saya sih ngga nyalahin artis yang jadi caleg, karena kalo saya jadi artis kemudian ditawarin jadi caleg (kaga modal duit), jelas perlu pikir seribu kali untuk nolak.
August 25th, 2008 at 10:44
artis jadi caleg ?
sah sah aja.. bukan kah selama dia wni dan berkualitas berhak ?
cuman yg perlu dibahas memang msalah kualitas nya itu tadi..
artis yg dekatt skali dengan keglamouran apakah akan kuat dengan dunia politik yang kaku, kadang ga kawin teori dengan prakteknya dan sarat pemikiran
kalo bisa kritis dan punya komitmen sah sah aja mbak rachel yak
August 25th, 2008 at 10:47
Rachel, jangan terbawa arus budaya “instant”. Diusia yang masih muda kalau anda memang tertarik terjun ke dunia politik mulailah menempa diri, menyiapkan diri agar benar-benar siap menjadi wakil “kebenaran” (saya tidak ingin anda menjadi wakil rakyat karena definisi rakyat kadang-kadang juga bias dan rakyat tidak juga selalu benar). Mulailah bergabung ke LSM atau mendirikan LSM yang benar-benar fokus membela kebenaran. Mulailah dengan hal-hal kecil yang lansung menyentuh kebutuhan masyarakat banyak. Tempalah diri anda sampai anda merasa benar-benar siap masuk ke gelanggang politik. Pada saat anda sudah siap dan matang tentu akan banyak partai-partai besar yang akan “melamar” anda. Selamat berjuang dan menggapai cita-cita.
August 25th, 2008 at 10:52
Sorry kalau komentar ini kurang berkenan di hati Rachel (namun saya tulis justru karena saya termasuk “fans” Anda).
Orang masuk dunia politik itu banyak niatnya, dan di politik banyak juga “permainan”-nya yang kelewat canggih, misalnya yang teruingkap dalam pertanyaan berikut:
“Apa pencalegan Rachel: berarti partai (boss partai) memanfaatkan Rachel, atau Rachel memanfaatkan partai (untuk sesuatu yang mulia misalnya)???” Kalau ternyata berat alternatif yang pewrtama, saya sarankan Rachel berpikir sekian kali lagi untuk berpolitik ria.
Untuk menjawab pertanyaan dia atas memang sulit, tapi Nabi (Hadist) pernyah berucap “tanyalah pada hati nuranimu”. Yang satu ini (hati nurani) nggak pernah bohong.
Dalam politik banyak dituntut “kepiawaian” dan kompetensi: tanya juga:”Apa Rachel benar-benar mempunyai kepiawaian dan kompetensi untuk terjun ke dunia politik?” Sekali lagi tanya hati nurani Rachel.
Banyak contoh orang (bukan hanya artis) yang terjun tanpa kepiawaian dan kompetensi, ujung-2nya amburadul dan salah urus, atau bahkan “sengsara” karena cuma dimanfaatkan saja popularitasnya.
Sorry Rachel, koq menggurui. Terus terang saya tulis karena dorongan “sayang dari seorang fans” Anda.
Tony
August 25th, 2008 at 11:06
Dinda Rachel,
Emang anda paham UU Pers? RUU Porno Aksi? Jangan2 kyk Angelina Sondakh yg hanya jadi figuran, begitu mau nimbrung ngomong, duh, chulun gila…
August 25th, 2008 at 11:28
Selamat berjuang…
Tapi satu hal yang harus lo inget, ketika lo jadi Legislatif, lo harus tau bahwa seorang wakil rakyat itu adalah “wakil-nya Rakyat”, bukan wakil partai, wakil individu, atau wakil golongan.
Posisikan diri lo jadi “Pembantu”-nya Rakyat, bukan “Raja” yang bebas menindas yang lemah, memeras yang kecil, dan “Berpesta” di atas keringant rakyat jelata.
Semoga lo berhasil merubah kondisi MPR-DPR kita yang udah jadi “PENJAJAH” untuk rakyatnya sendiri.
Satu pertanyaan konyol dari gw:
Seandainya lo dah jadi anggota legislatif, apa lo siap mundur seandainya ada keputusan yang merugikan rakyat?
Semoga bisa jadi perenungan buat semua…
-adecp-
August 25th, 2008 at 11:53
hmm.. jadi mikir kok seleb2 makin banyak yang jadi caleg..
hmmm..
August 25th, 2008 at 12:02
menurut saya begini mbak….
sah sah saja setiap warga negara indonesia dengan segala latar belakangnya mencalonkan dirinya sebagai wakil rakyat….
hanya saja kalo kita sudah bulat menerjunkan diri ke dunia politik….. berarti kita harus siap mengganti baju profesi kita… yang pengusaha harus murni jadi wakil rakyat… yang jadi artis juga harus murni jadi wakil rakyat juga….. karena apa…. itu akan jadi konflik kepentingan ya tho………
dan yang jelas…. sekali kita menyatakan siap mencalegkan diri….. berarti kita harus siap mengemban amanat rakyat…. rakyat yang mana? jawabannya adalah semua lapisan masyarakat…. bukan hanya dari mana kita berangkat lho ya… misalnya mbak rachel dari profesi artis……
jadi pesan saya…. selamat berjuang ya….. jangan kalah oleh kepentingan partai yang mendukung mbak rachel ya…..
August 25th, 2008 at 12:06
kalo mau jadi pejabat negara harus punya jiwa pelayan. harus mau melayani rakyat.wong kalian artis biasa dilayani,apa2 serba enak, serba ada.kyknya fenomena artis jadi pejabat cuman aji mumpung doank. jangan2 cuma dimanfaatin sm parpolnya,buat pajangan aj
August 25th, 2008 at 12:14
Kalo kita melihat kasus ini…sepertinya kita juga gak bisa terlalu memojokan si artis dalam keikutsertaannya! Memang geli jadinya , kmrn denger seorang syaiful jamil tiba2 bisa mencalonkan diri ikutan dalam dunia politik. Tapi balik lagi skr siapakah yang memberi peluang semua itu? hmm..sepertinya partai politiknya sendiri dech.. kreatifitasnya kurang, maunya ambil gampang dgn menarik dukungan masyarkat dengan cara merekruit artis sebagai medianya.halahh..capek dech! Hidup Indonesaa!!
August 25th, 2008 at 12:18
Setidaknya ‘ada sesuatu yang kita berikan untuk bangsa ini’ bukan sesuatu yang kita selalu minta dari bangsa ini.
Semoga mata hatimu terus melihat sekeliling dan terus menjadi lilin kecil, setidaknya lilin ini akan terus menerangi sekelilingnya.
Semoga bidang pendidikan lebih mendapat tempat dan juga pemerataan di daerah2, dan juga semoga bisa membagi waktu untuk kehidupanmu dan bangsa ini. tidak mudah karena sekali mencoba masuk berarti juga memulai untuk mempertahankan dan melaksanakannya.
Selamat, sekali lagi setidaknya ‘anda telah melakukan sesuatu untuk bangsa ini’.
August 25th, 2008 at 12:18
Manusia hidup utk berbuat, berbuatlah sesuatu yang baik dimanapun kita berada, menjadi caleg bisa mulia jika ia amanah, jujur dan mau berkorban utk kepentingan rakyatnya…..
Kesempatan itu hanya datang sekali, jangan sia sia kan peluang ini, semoga bisa berhasil menjadi apa yang rachel impikan…..
August 25th, 2008 at 12:32
yach…itu sich hak azasi aza mbak.
Kalo saya lihat sich, anda sama sekali gak capable untuk jadi caleg, mungkin jiwa petualang mbak yang pengen selalu mencoba hal baru, dan tawaran itu datang dari gerindra. Ya diambil dech…mumpung khan.
Kalo soal kualitas…oke saya jujur, sangat-sangat meragukan kualitas anda dalam berpolitik.
Mungkin belajar dululah untuk pemilu periode selanjutnya mbak.
August 25th, 2008 at 12:36
@ aldie
Logikanya keren tuh…jempol dahh..
Tapi sayangnya kebanyakan kita tuh masih utamakan uang, imej, tenar dll.
August 25th, 2008 at 12:38
saya setuju dgn pendapat bahwa di Indonesia, sebagian besar orang yg terjun ke dunia politik adalah untuk mencari nafkah bukan untuk mendedikasikan jiwa dan raga untuk rakyat, kita tidak lihat siapa yang mewakili atau memimpin rakyat, tetapi hasil yang kita lihat bahwa kualitas negara ini dari waktu ke waktu semakin merosot. berarti ada yg salah dari sistem atau sumber daya manusianya.
menurut saya, kalau masih punya idealisme tidak usah terjun ke partai politik, kecuali memiliki kemampuan dan kekuasaan untuk mengadakan perubahan ke arah yg lebih baik. tidak sedikit jumlah pajak yang kami bayarkan untuk membayar gaji para elite politik, dan saya sebagai rakyat yg merupakan kekuasaan tertinggi tidak menghendaki wakil2 saya hanya sekedar mencari nafkah dan tidak dapat berbuat apa2..
August 25th, 2008 at 12:51
dear mbak rachel,
selamat atas keputusan-nya untuk berpolitik praktis [asal jangan politik pragmatis alias politik ikut-ikutan]. menurut saya, sah-sah saja artis turun gelanggang untuk berpolitik, itulah dimensi menarik dari demokrasi. tapi untuk demokrasi kita yang masih dalam periode transisi ini perlu diperkuat dan ditambah kulitasnya, bukan hanya untuk dinikmati nuansanya. dari aspek inilah, sorotan kuat dan pertanyaan harus diajukan ke artis-artis ini, termasuk ke mbak rachel ini. apakah para artis ini sudah melakukan introspeksi? baik segi kemampuan dan pengalamana dalam berpolitik? apakah para artis ini, memahami penderitaan yang dialami rakyat? terlalu sempit dan cupet, jika para artis ini beralasan masuk ke parlemen hanya untuk mengurusi soal seni dan budaya. Ada puluhan artis, bahkan mungkin ratusan artis, yang akan terjun ke panggung politik. bisa dibayangkan jika mereka semua mempunyai alasan sama dan seragam. dan bisa dibayangkan pula, jika mereka semua lolos ke parlemen. mereka akan membentuk 1 komisi yang hanya mengurusi soal seni..hehehehe. sekalian mau tanya nih mbak, kok bisa-bisanya sih maju jadi caleg dari gerindra? apakah mbak rachel tahu bahwa elit-elit gerindra banyak tersangkut berbagai kasus pelanggaran HAM berat?
August 25th, 2008 at 12:57
Well..nyaleg-nya rachel n gerbong kecil berisi artis2 lainnya g bs disalahkan. Itu hak politik bagi setiap WNI. Jujur, saya katakan, mereka sebenarnya belum atau bahkan tdak punya kemampuan untuk itu tetapi inilah fakta paling mendasar dari dunia politik kita, demi jalan kekuasaan maka para artis yg karya berkeseniannya pun jauh dari semangat pencerdasan bangsa pun dimanfaatkan. Jangan salahkan rachel dkk..karena sejujurnya mereka pun gak ngeh dgn siapa sekarang berkelindan. Syahwat kekuasaan adalah TUHAN bagi mereka. Hal yg bisa kita lakukan adalah mengingatkan lingkungan kita, memberi pencerahan ttg marabahaya saat org2 yg dirasuki syahwat kekuasaan ini ada di DPR. Buat mbak rachel, komentar anda di kompas yg kurang lebih menyamakan dunia politik dan main film/sinetron adalah bukti nyata kedangkalan cara berpikir anda.
August 25th, 2008 at 13:00
memajukan bangsa ataupun ingin mencerdaskan bangsa ga perlu masuk jadi caleg boss!!! Alasannya? Politik legislatif ini harus benar2 mewakili hati nurani rakyat, tapi masalahnya selama ini rakyat mana yang sudah terwakili??? jadi jangan buat kami lebih menderita lagi!!!!! Secara artis gak pernah mikirin rakyat selain dirinya….. Jadi mumpung sebagai artis tapi kalo se-brilliant kek artis2 sekaliber hollywood ataupun bollywood aja deee itu udah mendingan sapa tahu besok2 mbak ini..diangkat jadi duta PBB gak repot jadi caleg lagi kan???……
August 25th, 2008 at 13:03
what ever profesinya mo artis, mo sopir….kemampuan leadership ada sok aja…klo ga ada ya siap2 aja jd badut politik. Dan Amanat itu sunggu berat…klo tau maknanya maka ga akan berani deh main2…
August 25th, 2008 at 13:04
Dear rachel,
fenomema artis untuk menjadi caleg sangat menggugah hati dan perasaan saya. disatu sisi kalau kirta melihat bahwa menjadi caleg adalah tugas yang mulia, saya sangat mendukung. Disatu sisi saya merasa artis menjadi caleg adalah seperti trend yang sedang ada saja.
untuk menjadi wakil rakyat dibutuhkan dedikasi yang sangat tinggi. kalo kita menengok kebelakang para politisi seperti sukarno, hatta, Tan Malaka dan lainnya, mereka hanya ada satu dipikirannya ialah mengabdi kepada bangsa dan negara. Pengabdian mereka kadangkala harus dibayar mahal mungkin dengan nyawa mereka sendiri.
Apakah spirit mereka yang seperti itu sudah direnungi para artis yg ikut caleg? pengabdian adalah jalan yang sangat sepi. jalan dimana kebanyakan orang tidak mau melalui. kalau jalan itu ramai dan lalu-lalang orang, itu adalah sebuah jalan biasa yang tidak mempunyai makna apa-apa.
Saya melihat artis hanya sekedar pemanis di dunia politik. kenapa? karena artis mempunyai daya pikat. artis jangan sampai dipergunakan oleh mesin politik demi keuntungan partai itu sendiri. pendidikan dan pendewasaan politik kita mungkin akan dibayar mahal salah satunya oleh para artis kita.
pengabdin kepada negara tidak hanya lewat politik masih banyak caranya. Mungkin dengan tetap berseni, artis akan lebih banyak berperan utk membangun negara kita.
Rachel, this is a real deal not a playground.
Good luck
August 25th, 2008 at 13:15
rachel,
mendingan jadi perwakilan rakyat lewat kegiatan sosial aja. rakyat ga butuh makan janji kosong dr politikus. lebih bermanfaat kalo anda berfungsi dibidang sosial. dengan kemampuan dan talenta saudari, anda bisa mengumpulkan uang demi kemanusiaan.
lagian rachel skrg ini ga punya ilmu apa2 kan ttg politik. kalo jadi caleg, apa yg bisa anda lakukan ? kalo cuma sbg wakil .. emua mah mewakili diri sendiri ..
August 25th, 2008 at 13:18
Sepertinya ini hanya selingan dari karir yang sudah mulai monoton di ke-artisan, dan kebetulan ada yang lihat bahwa figur masih bisa “laku”. Tapi jika (dan mudah-mudahan) setelah iseng iseng mampir ternyata suka (panggilan jiwa/it’s in my gen) dengan dunia ini, cepat cepatlah mundur dan serius belajar untuk menjadi politikus profesional. Tidak jadi soal latarbelakang apapun, tapi untuk bisa jadi politikus profesional banyak yang masih harus dipelajari, mulai dari mendalami bidang yang menjadi andalan (bukan bagaimana akting, tapi bagaimana perannya untuk membangun dan mencapai cita-cita bangsa), sampai bagaimana sikap dan prilaku yang sesuai dengan budaya bangsa. Mudah mudahan bisa. Saya doakan.
August 25th, 2008 at 13:24
Memang sah2 saja siapapun elemen bangsa yang disebut sebagai rakyat Indonesia menjadi caleg. … kesempatan itu berlaku kok bagi siapa saja rakyat Indonesia..seperti adik katakan pada tulisan diatas bahwa ‘apa salahnya pekerja seni duduk di legislatif’. Hanya saja pertanyaan nya dik , ..apa yang akan engkau perbuat setelah duduk disana?. Jangan hanya mencari pengalaman di ‘permalukan’ saja atau malah berbuat ‘nothing’… makan gaji buta dong!… kasianlah.. legislatif itu kan digaji dari perasan keringat rakyat, mustinya adik punya rasa empathy terhadap rakyat yang sudah terlalu menderita ini…. Cobalah cari pengalaman dulu seperti yang ditulis oleh komentator lainnya i.e.membuat pencitraan seni yang bermutu sehingga adik sudah punya ide yang akan dimantapkan, dan baik dirimu atau orang lain dapat menilai kelayakannya. (…tapi ngomong2 untuk jadi caleg apakah disertai dengan cv dan list of achievement?…) . Karena apabila tidak memiliki tujuan program2 yang jelas nanti adik terjebak dalam kelompok ‘oportunis’ dan tindakannya yang menonjol biasanya adalah sifat ’spekulatif’ atau ‘asbun’ …walhasilnya adalah lebih besar ‘mudharat’ daripada ‘manfaat’…..setelah menjadi berita nantinya …..’apa kata dunia!’
oke deh mudah2 ini adalah nasihat yang tulus buat dik rachel!
August 25th, 2008 at 13:30
Dear Maryam,
Sorry banget nih, cuma mo tanya, udah gak ada job keartisan ya?
August 25th, 2008 at 13:47
terserah deh mau jadi caleg
mau iklan sabun
mau jadi presiden sekalian
kan gw juga ga nyoblos ini
jgn diem aja di forum2 ya ntar
August 25th, 2008 at 13:49
Why not???!!! kalau anda rasa anda mampu untuk bisa memberikan yg terbaik buat bangsa ini, kenapa tdk?!!….kita gak perlu teori yg hanya sbg slogan…tp juga harus bisa direalisasikan dan dikampanyekan….so…mari kita buktikan kecintaan kita untuk negara ini supaya menjadi lebih baik…
August 25th, 2008 at 14:01
JADI CALEG? YA ,KENAPA TIDAK .mbak Yam….juga saya kira lebih banyak pendukungnya.selain cerdas imut dan cantik… mbak yam…lam kenal …he…he
August 25th, 2008 at 14:04
Kalau mau memikirkan bangsa ini tidak musti jadi Caleg, jadi artis yang penuh tanggung jawabpun mba’ sudah menjadi wakil rakyat. Untuk semua Artis/Public Figur jadilah artis yang amanah (cara berpakaian yang baik, dandan yang baik dan berbiacara yang mendidik dan sopan). kasihan anak2 bangsa kita hanya menyaksikan para oknum artis yang berperilaku sangat tidak mendidik. (kawin/cerai, ambil istri/suami orang, korupsi, berantem, berebut kekuasaan, pacaran, narkoba, maling, sok ganteng, sok cantik pakaian soronok, hura2, pesta dllllllll…………………….)
August 25th, 2008 at 14:18
wah keren ya
negri ini banyak org2 aji mumpung…
August 25th, 2008 at 14:28
kok persamaannya legislatif = perwakilan rakyat sih? yaah mba… mestinya DPR = perwakilan rakyat
August 25th, 2008 at 14:56
“gila! mau dibawa kemana ini negara kalau diwakili oleh kaum-kaum yang hanya modal tampang doang!”.
mba, modal tampang juga ga ada apalagi otak. mau jadi negara saya mba?
August 25th, 2008 at 15:09
Sebuah tindakan yang berani dari anda, dan insya allah dengan pertimbangan yang matang. Mempertimbangkan saran dari teman itu penting, tapi jangan terlalu dipikirin. Coz seperti yg udah mbak ketahui, politik itu kejam lho mbak. Walopun besok pas pemilu gw nggak bisa milih partainya mbak Rachel, tapi saya ttp merespons baik rencana pencalegan anda. Keep Fight ya sis…
August 25th, 2008 at 15:40
mending pelajari partai itu dulu, apa sama dgn inspirasi kamu dan partai2 lainnya, lalu jadi anggota dan aktif , baru next pemilu ikut.
jgn dadakan dan karbitan, hanya dipakai buat vote getter dan tentu saja dirayu krn kamu ada modal.
nanti loncat pagar sana sini, kecewa ngak jadi caleg, bupati , walikota dll
Anggap pacaran dulu, baru married. Lebih profesional dan kritis
Kalau mau kontribusi bisa dgn cara2 lain
August 25th, 2008 at 15:58
Salam mbak Rachel,
Aku pikir tak soal apa latar belakang caleg. Lebih penting dari itu adalah kemampuan atau kapasitas. jadi kalau artis punya kapasitas, way not? tapi kalo hanya modal tampang dan popularitas, lalu apa kata dunia??
August 25th, 2008 at 16:03
menurut saya secepatnya ………di tolak saja
kecuali anda menganggap itu salah satu jalan hidup anda
setiap langkah ada konsekwensinya
setiap detik anda membuang waktu menjadi caleg
akan sangat berakibat pada pengurangan potensi anda menjadi seniman
tidak perlu pengalaman atau sekedar mengalami untuk menjadi caleg
masih banyak hal yang penting yang harus di pikirkan
dari tulisan anda di atas terlihat masih sangat awam
berarti anda memang belum mempersiapkan diri
kalo anda ingin jadi tetap jadi caleg cari konsultan politik
masa tulisan caleg seperti tulisan anda di atas…….
seharusnya anda bisa membaca aspirasi dan perasaan rakyat
kami tidak butuh hiburan tapi butuh orang yang bisa menyerap aspirasi
anda biasa menghibur berbeda legislatif seharusnya orang yang bisa
menyerap aspirasi…..
mungkin tahun depan anda bisa
tapi tidak untuk sekarang……….
hidup indonesia
August 25th, 2008 at 16:07
ganti profesi mbak’e? halah intinya 1…. CARI DUIT
August 25th, 2008 at 16:09
Menjadi wakil rakyat itu tidak segampang yang Rachel kira. Mungkin sekarang bisa dapat gambaran yang kasarnya saja. Tapi tanggung jawabnya sangat besar dan berat. Bagi yang tidak berkecimpung di bidang politik, sebaiknya mundur dari sekarang sebelum telat. Kalau tidak siap, suatu saat akan menyerang diri sendiri.. apa pun itu.
Dunia politik layaknya dunia bisnis, kotor dan hitam. Harus ada permainan yang busuk kalau ingin sukses dan pendapat serta rencana kerjanya berjalan lancar. Ini tidak hanya terjadi di Indonesia kok.. di negara2 lain pun seperti itu. Seks dan uang akan selalu berpengaruh.
Kalau berpikiran bahwa sudah saatnya dunia politik bersih dan suci, sangat naif sekali.
Intinya, mohon dipikirkan matang-matang dulu sebelum telat. Karena gaji Rachel nanti dibayarkan oleh rakyat loh.
Kalau tidak bisa membawa keinginan rakyat yang jumlahnya lebih dari 200juta ini dengan bijaksana, adil dan merata, taruhan kehidupan Rachel dan keluarga sangat besar.
August 25th, 2008 at 16:12
Semua punya hak kok buat menjadi caleg, asal ada perahu ajah. Tinggal penemuhan janji ajah nanti ketika terpilih bagaimana. Semoga, dengn makin banyak seniman, makin banyak perempuan makin bervariasi pula pemikiran di legislatif itu. Pesen saya, hati2 ajah mbak Rachel kalo jadi anggota DPR, jangan sampai tergiur suap2 ituh. Bahayah.
August 25th, 2008 at 16:14
Cakep banget loe kk , i love u
August 25th, 2008 at 16:15
Wahai…………..Rachel!!!!
Kalauu anda memang mampu?kenpa tidak?yang kita kawatirkan nto kalau anda gak mampu…..tapi kita up+ kalau memang anda mampu dan bisa!!!Gak semua orang bisa tahan dengan godaannya!!!Sudah banyak contohnya!!!
August 25th, 2008 at 16:15
Rachel… saya fikir kamu menjadi menjadi kenapa gak? toh sekarang politikus payah semua. Oleh karena itu, kamu yang sudah populer, kamu gunakan kepopuleran kamu untuk menarik simpati masyarakat untuk dukungan kamu berbakti kepada bangsa ini. En setelah itu berkaryalah yang amanah dalam dunia politik.
Sukses selalu
August 25th, 2008 at 16:39
Assalamualaikum Wr Wb.
Mbak Rachel, nggak gampang jadi wakil rakyat yang bener2 mengemban amanah rakyat. Pertanggungjawabannya BESAR, terlebih di akhirat nanti. Coba tanya pada hati nurani anda dulu, niat-nya apa mau jadi caleg??
Terus terang saya tidak setuju kalau artis jadi caleg dadakan..tahu apa anda tentang penderitaan rakyat???tahu apa anda tentang petani2 yang menjerit dsana???orang kerjaannya cuman dugem mulu..
Ya….itu semua anda yang tahu jawabannya…tapi INGAT…ALLAH tidak buta dan laknat allah sangat besar terhadap pemimpin yang dzalim…tidak terkeculai CALEG!!
Maaf atas kata2 yang gak berkenan…
August 25th, 2008 at 16:41
hi achel, ini hagi..
kalo gw sih, udah nggak percaya dengan lembaga perwakilan rakyat.
jadi, ya maaf aja.. nggak minat bahasnya juga..
hehehe..
salam buat keluarga..
August 25th, 2008 at 16:44
Saya cuma mau bilang Selamat atas Kelatahan Anda…. Memang siapa sih yang nggak mau mengambil kesempatan untuk menjadi caleg.. Uang dapat, fasilitas dapat, popularitas dapat, etc dapat.
Semua terserah Anda karena itu adalah hak Anda untuk menerimanya, tapi yang harus diketahui menjalankan amanat itu tidak mudah, menjadi pemimpin itu tidak mudah dan mengambil keputusan untuk orang banyak itu tidak mudah…. Semua orang gampang dan bisa saja jadi anggota DPR, tetapi untuk menjadi anggota DPR yang berkualitas, berintegritas itu tidak mudah…
Pesan saya apabila Anda terpilih semoga tidak Anda hapus kata-kata Anda di Blog ini mengenai alasan Anda mau jadi Caleg n semoga sukses…
August 25th, 2008 at 16:52
Hallo,
Mudah2an rakyat Indonesia juga lebih teliti memilih calegnya nanti. Artis seperti halnya mbak rachel tidak salah untuk mencalonkan diri menjadi caleg, karena menjadi caleg adalah hak setiap warga negara dan yang mampu bayar (jika jadi caleg harus bayar).
Saya setuju jika di gedung parlemen disana perlu adanya penyegaran dah tidak diisi oleh muka-muka lama (yang sudah sepuh dan terindikasi kena virus KKN sebaiknya mundur), tetapi sebagai pengantinya juga sebaiknya ada warga negara yang mempunyai tanggung jawab moral atas amanat yang akan diembannya.
Untuk Rachel, selagi kamu merasa punya kemampuan dan merasa mampu memikul amanat rakyat, ya silahkan maju.
Jangan malu-malu in ya nanti.
August 25th, 2008 at 17:18
Sebenarnya penggunaan para ikon para artis (khususnya pemain sinetron, film, penyanyi atau pelawak) oleh para partai politik adalah hal yang wajar dalam negara ini. Masyarakat kita pada umumnya cenderung untuk memilih yang gampang diingat(dalam arti dilihat) daripada kemampuan individu latar belakang mereka. Hal in banyak terjadi di daerah-daerah. Seperti pemilu tahun-tahun sebelummnya para pemilih di daerah seperti pedesaan selalu diberi pengarahan nomor urut partai politiknya saja. Dengan banyaknya partai politik sekarang ini, para partai politik mengembangkan strategi mereka dengan memilih caleg2 dari kaum artis yang dikenal masyarakat pada umumnya, apalagi dengan adanya media televisi melalui sinetron maka wajah para artis ini mudah diingat.
Dalam hal ini menjadi caleg2 politik bagi artis adalah hak mereka. Tetapi sering saya berpikir bahwa artis2 kita juga memanfaatkan kesempatan ini. Seorang artis di negara ini bahkan sering berganti peran seperti pemain sinetron menjadi penyanyi atau sebaliknya dan sekarang mereka mencoba berganti peran penjadi politikus. Ini juga yang menyebabkan saya sangsi dengan keberadaan mereka. Banyak yang tidak serius dalam mendalami pekerjaan artis mereka. Sering berubah-ubah sesuai trend yang terjadi. Apalagi terjun dalam dunia politik. Tapi sekali lagi itu hak mereka.
Para artis pada umumnya juga cenderung idealis, tetapi kenyataan dalam politik ini tidak mudah seperti kata2 dari Sir Ernest Benn:
“‘Politics is the art of looking for trouble, finding it everywhere, diagnosing it wrongly, and applying unsuitable remedies”.
Untuk apa kita membuang buang uang dengan banyaknya caleg, apalagi sudah menjadi anggota legislatif. Toh jumlah mereka yang banyak hanya sedikit yang memiliki kualitas. Coba saja kalau anggota DPR kita studi banding ke LN, berapa rombongan yang berangkat, belum anggota keluarganya, berepa uang yang dihamburkan.
Saya sangat berharap agar ke depan partai politik semakin sedikit. Toh selama ini kebanyakan kepentingan publik selalu dibela di mulut saja, tanpa adanya aksi, kalau ada bencana/musibah pada berebut simpati, kalau mendekati pemilihan daerah, umum dll baru mengadakan aksi-aksi sosial, dll.
So, apabila saya melihat keadaan saat ini, artis menjadi caleg, seperti nonton reality/idol show di televisi. mereka berganti peran (pesinetron menjadi penyanyi atau sebaliknya) untuk mendapatkan simpati atau pemilih sebanyak-banyaknya dari para penonton dengan kualitas yang dipaksaan (instan). Begitupula apabila mereka terjun dalam dunia politik.
Semoga masyarakat kita pandai memilih……
August 25th, 2008 at 17:21
maju aja terus mbah rachel….semua juga dulu janji2 doank…tp percaya mbah rachel bisa memenuhi janjinya.amien
August 25th, 2008 at 17:33
Satu hal yang pasti. Saya dan keluarga NGGAK BAKALAN MEMILIH ANDA dan partai anda. Pemilu bukan ajang main-main, sembarangan memilih sama saja dengan menjerumuskan bangsa ini kepada kehancuran.
August 25th, 2008 at 17:39
Indonesia ini memang aneh, satu sinetron menanyangkan religi, semua ikut. satu sinetron menayangkan hantu, semua ikut. Satu artis bikin cafe, butik, ato apa lah, semuanya ikut. Sekarang, satu artis jadi caleg, semuanya mau ikut juga.
August 25th, 2008 at 17:41
TAU NGGAK SEH APA WAKIL RAKYAT………? LO BERTANGGUNG JAWAB SEBAGAI WAKIL RAKYAT DUNIA AKHERAT………CAMKAN ITU
August 25th, 2008 at 17:53
Yah saya pikit bagus Mbak Rachel jadi caleg dengan tujuan yang insyaallah seperti disebut di atas.
Bila tujuan itu tercapai ketika Mbak Rachel jadi legislatif, ya bagus toh.
Bagus masi ada kemauan, yang tentunya tinggal kita tunggu pembuktiannya.
Jangan seperti yg lain (mungkin termasuk saya) yang cuma ngritik-ngritik tapi tidak ada aksi. NATO= No Action Talk Only.
Semoga tujuan Mbak Rachel menjadi caleg tercapai. Dan kami tunggu pembuktiannya.
August 25th, 2008 at 18:08
Siapa ya orang ya yg telah berjasa mencerahkan mbak rachel? Mau dong dicerahkan juga, sebab sampai saat ini pikiran saya masih “sempit” —-“gila! mau dibawa kemana ini negara kalau diwakili oleh kaum-kaum yang hanya modal tampang doang!”. —–. Btw, dicerahkan itu beda tipis lho dengan di “racunin”.
August 25th, 2008 at 18:11
Artis emang sekarang jadi salah satu media vote getter bagi beberapa partai2, apakah itu partai lama ataupun partai baru. Dari sisi artisnya, boleh jadi memang tidak semua artis yg menjadi caleg itu hanya modal tampang saja, ada jg diantara mereka yg berpendidikan lumayan, yg mungkin jika dibandingkan dengan caleg non artis, belum tentu kwalitasnya dibawah mereka. Tapi itu hanya beberapa. Sedangkan dari sisi partai, sudah hampir bisa dipastikan (99.99%) bahwa mereka yg mencalonkan artis sebagai caleg mereka, hanya mengandalkan popularitas sang artis untuk mengkatrol perolehan suara mereka. Dan sayangnya tidak semua Rakyat Indonesia berpendidikan cukup untuk mengerti bahwa ini cuma akal2an sang partai. Sehingga diprediksi, penggunaan artis sbg caleg mungkin memang bisa mempengaruhi perolehan suara, khususnya didaerah pedesaan. Kalau yang dijual sama partai cuma beginian, mau dibawa kemana bangsa ini…..?
August 25th, 2008 at 18:31
Ada artis yg mmg capable dan tidak ccapable dalam perpolitikan.Sampai saat ini,saya msh blm bisa menyusun kata2 dlm mengomentari artis2 yg otaknya TIDAK MEMPUNYAI KUALITAS yg terjun ke parpol.Kaget,takjub,jijik,tertawa dlam sedih,smua energi negatif campur aduk.
Tolonglah mengerti..Indonesia itu NEGARA yg memiliki ratusan juta penduduk,yang sedang kacau balau perekonomian dan segalanya. Indonesia bukan sekedar PENTAS AKSI DUNIA HIBURAN.
Negara ini sudah cukup hancur,,inflasi,jobless,high level of crime.
Mau dibawa kemana negeri ini kalau yg memegang kendali adalah sekumpulan orang yg ga tau apa2 ttg Politik,Ekonomi,Sosbud,Technology??
Jika alasan anda masuk parpol utk memberi warna baru,ide dll,ah,kita smua tahu,artis2 yg sudah tidak laku di pentas banyak yg banting setir ke kancah politik demi UANG..Oh tidak,itu adalah uang rakyat yg sepatutnya digunakan bagi para wakil2 kami yg benar2 BISA membawa kehidupan kami menjadi lebih baik.
August 25th, 2008 at 18:39
mbakyu ragil eh rachel, silakan aja jadi caleg. Lha wong memang musimnya artis terjun ke politik iya thoo… tapi kalo saya golput dik..hehehe
August 25th, 2008 at 18:39
Mbak,sy akan pilih partai gerindra kalo bukan mbak calegnya..Sy janji.
August 25th, 2008 at 18:41
Duuh mba Rachel … mang udah siap jadi wakil rakyat ?? udah siap pake baju yg lebih sopan lagee ?? jgn sampe jadi wakil rakyat eh pake baju yg udel-nya kemana². Cuma nnton di PIM kok perut di pertontonkan ??? *kulitnya mulus juga*
trus di set dulu ekspresi muka-nya mba …jgn pasang tampang “brasa artis bgt” klo dimall … gmn klo udah jadi wakil rakyat tuuh … tampangnya “brasa wakil rakyat” naek jadi 5 level
Smoga bisa memperjuangkan nasib rakyat ya mba.. bukan nasib golongan looh ….
August 25th, 2008 at 19:00
Udah….mendingan Lu nongol Di TV aja….jgn jd Caleg…!!
August 25th, 2008 at 20:41
Selamat malam, mbak. boleh ya saya ikut comment. semoga tidak ada yang menyakitkan dari kata2 saya. prinsipnya, saya tidak masalah dengan background orang yang akan mencalonkan diri jadi Aleg. artis atau siapapun memang punya hak untuk itu. yang menjadi catatan adalah kemampuan dan mewakilkan siapa di senayan. kalo dari sisi kemampuan, saya termasuk orang yang ragu2 dengan kemampuan mbak karena anda adalah artis dan selama ini saya sebagai masyarakat sering melihat kiprah mbak di TV dan selama ini juga tidak ada hubungannya dengan politik. ketika sudah di senayan tentu kita sepakat bahwa di sana bukan media belajar lagi tetapi sudah merupakan medan peperangan yang sebenarnya.
dari sisi keterwakilan, mbak rachel kalo berniat mewakili artis, memangnya artis berapa persen sih dari pada 200juta lebih rakyat Indonesia? hanya karena artis sering tampil di TV saja yang membuat profesi itu menjadi cukup diperhatikan masyarakat. kalo ingin mewakili perempuan, program seperti apa yang ingin dibawa untuk memberdayakan perempuan Indonesia?. Yang pasti bukan Program Arisan kan? he2.
August 25th, 2008 at 20:41
Seru juga sih para artis jadi caleg… apa lagi bisa jadi leg.
coba bayangkan di rapat paripurna, kagak ada yang ngantuk lagi
karena lagi ada konser, ada lomba acting, dan ada lawakan seger..
akhirnya tv yg meliput tidak usah shoot para LEG yang lagi bobo bobo siang di tengah rapat….
August 25th, 2008 at 20:56
Sungguh saya masih sangat gak yakin dengan kemampuan artis yang jadi caleg. Bahkan ada artis wanita yang sebelum nya saya anggap pintar ternyata jadi terlihat geblek banget ketika ditanya misinya ketika menjadi caleg.
begitu jg ada artis cowok, ngomong gak jelas ketika diwawancara untuk menyapaikan visi misinya
jelas aku g akan pilih kalian
August 25th, 2008 at 21:19
dear mbak rachel,
hak mba rachel untuk menjadi caleg.tapi kalau saya boleh kasih saran hendaknya mbak rachel cari pengalaman dulu aktip dalam kegiatan kegiatan kemasyarkatan atau di lsm sekalian, sehingga pengetahuannya bisa di asah tidak langsung jleg menunggu pelatihan partainya.mbak rachell mungkin bisa lihat artis yg lain yang saya pikir punya kapabilitas seperti itu, seperi nurul arifin, rike dyah pitaloka atau seperti bu ratna sarumpaet. untuk mbak rachel saya kok belum lihat itu semua. jadi caleg itu bukan hanya hadir di dpr dan mengisi kehadiran lo mbak, tapi itu amanah dari Tuhan untuk mewakili rakyat, dan suatu hari nanti amanah itu akan di tagih pertanggung jawabannya.
oke semoga masukan saya bermanfaat
August 25th, 2008 at 21:34
kalau memang ada niatan dlm hati yg benar2 tulus ,ikhlas dan berbuat tanpa pamrih lakukanlah karena itu amanah,jangan dibelokkan perasaan hati yg tulus ikhlas itu kedalam suatu hal untuk kepentingan pribadi atau golongan.Bela kepentingan rakyat kecil,maju tak gentar untuk membela kepentingan rakyat dan jangan takut dalam berbuat.
TAKUT KOK DI TUHANKAN
August 25th, 2008 at 21:34
Adinda Rachel Mariam,
Saya juga ingin berkomentar dengan kehadiran Adinda dan temans artis lainnya ke panggung Senayan. Sebenarnya sah-sah saja, hak setiap warga negara, lalu partainya juga mengizinkan, dls. Itu faktor eksternal. Coba cermati faktor internal dengan menjawab beberapa pertanyaan ini:
1. Apa dasar dan latar belakang ilmu yang Adinda miliki, yang relevan dengan hakikat perjuangan di Senayan nanti?
2. Apakah Adinda tidak merasa bersalah secara moral melangkahi mereka yang sudah aktif di partai lalu tiba2 karena Adinda punya nilai penarik suara, tidak memperdudikan mereka?
3. Kesenimanan memang bagian dari kehidupan bangsa, tapi dengan maraknya pencalegan artis, apakah Adinda tidak kuatir terjebak arus yang keliru? Ingat lo, pertanggungannya tidak hanya kepada 240 Jt penduduk Indoensia tapi nanti di akhirat lebih parah lagi.
Tapi kalau Adinda yakin, sudah siap dan serius, ya monggo silahkan maju. Namun kalau mumpungisme dan berniat ingin ikut2an korupsi atau ingin cepat lagi terkenal melalui tingkahlaku a susila, saya salah seorang yang akan mendoakan semoga Adinda jangan dipilih. Mohon maaf. Lebih baik Adinda berjuang di jalur sekarang ini. Akting Adinda bagus kok. Ok? Salam dari Jeddah.
August 25th, 2008 at 21:35
Indonesia mau dibawa kemana?, msh bau kencur blm banyak pengalaman nggak meyakinkan artis muda cuma cari duit doang, aneh negara tercintaku
August 25th, 2008 at 21:41
Selamat. Semoga kedepannya negara kita ini mmg akan lebih baik, dan tidak seperti yg telah saya bayangkan.
August 25th, 2008 at 22:50
sblmnya maaf nih mba, bknnya saya tdk setuju kalo mba ingin mencalonkan menjadi caleg…
Saya tdk setuju sekali, karena masyarakat Indonesia skrg lbh pintar. Masyarakat Indonesia ingin mencari Wakil Rakyat yg bisa mengerti keinginan warganya.
Mereka ingin ada yg peduli dgn NASIB mereka…
Apakah saat ini ada para Wakil Rakyat yg telah memikirkan NASIB mereka.
Masih bnyk Wakil Rakyat yg msh membutuhkan perhatian dr para Wakil Rakyat.
Sblmnya tolong dipikirkan dahulu sblm mengambil tindakan.
Negara kita bkn panggung politik, bkn untuk mencari sesuatu yg baru, tetapi untuk mencari sesuatu yg bisa MERUBAH BANGSA INDONESIA MENJADI TERDEPAN…..
Thanx,,,,,
August 25th, 2008 at 23:12
slam knal unt mba’ maryam
saya siech setuju aj, walaupun mba’ dri latar belakang seorang artis tpi klo bsa menjalankan keinginan rakyat knpa tdak ???????????
Mank pekerjaan itu harus sesuai dengan kemampuan qta klo qta merasa ga mampu ya mending ga usah krna amanah rakyat bkan unt dipermainkan n dibuat sandiwara politik
August 25th, 2008 at 23:43
Saya dukung 1.000 persen Rachel terjun ke politik praktis. Pertama, karena adalah hak seorang pekerja seni seperti Rachel utk tampil menjadi penyampai aspirasi rakyat — minimal rakyat di komunitas seniman itu sendiri.
Kedua, saya dukung Rachel karena memilih Gerindra sebagai kendaraan politik utk menuju Senayan. Saya tidak kenal siapa pun di Gerindra, tapi saya menaruh hormat dan harapan besar kepada figur Prabowo Subianto sbg bakal capres yg diusung “partai kepala garuda” ini. Selamat berjuang!
August 25th, 2008 at 23:56
saya sungguh bangga apabila ada niat tulus dari mbak rachel untuk menjadi anggota legislatif karena hati nurani untuk kepentingan masyrakat, tapi sebelum melangkah lebih jauh marilah kita telaah kehadiran mbak apakah benar-benar karena kualitas dan kompetensi serta dedikasi ataukah hanya sebagai alat untuk partai memenuhi kuota 30% wakil perempuan..karena ujung-ujungnya hanya menjadi pembohongan publik.. tidak ada yang salah dari kalangan mana caleg itu datang, karena seluruh masyarakat masyarakat mempunyai hak asalkan memenuhi syarat..saya bangga sama rano karno dan dede yusuf akan keberhasilannya didunia politik, tapi itu wajar karena pribadi dan kapabilitas mereka memang patut dipuji.
August 26th, 2008 at 00:17
Rachelll….udah deeehhh ga usah nyalon at dicalonin….entar nyesel lho..
August 26th, 2008 at 00:52
Siapa saja ya artis yang nyadar kalo dirinya tidak pantas untuk berkecimpung di dunia politik? Aku baru nyari nih.
Eh pertama kukira rachel masuk daftar itu, tapi e’eh malah sebaliknya. ck ck ck.
Suatu saat akan ada debat politik yang sangat alot, rachel menolak undangan lantaran baru ada job, —> padahal rachel TIDAK MAMPU sama sekali untk menjawab pertanyaan seputar politik.
Aku tertawa saja ketika caleg kok diatasnamakan artis. legislatif=perwakilan rakyat dan rakyat=petani, pedagang, pengajar, seniman, dan lain sebagainya.
APA ASPIRASIMU rachel?
Ingat : setiap kata yang terlontar atau tertulis di blog yang rachel tulis harus benar2 dijalankan, jangan cuma nulis doang. anak TK saja bisa.
kalau memang akan bertindak konkrit (nyata) demi negara, rachel harus benar2 mengalami penderitaan rakyat jelata. Teliti dengan benar apa saja penderitaan rakyat.
Apa mungkin gara2 tayangan ” Republik Mimpi” di TeVe, para artis berbondong2 dengan penuh percaya diri menganggap dunia politik sebagai LELUCON ya?
August 26th, 2008 at 00:56
Aku sich udah nggak percaya kalau seorang artis mampu mengemban tugas jd perwakilan rakyat,yg sudah sudah juga melempem…nggak ada suara pembelaan untuk rakyat kecil.
Untuk Rachel,seorang wakil rakyat itu bukan hanya memberikan ide atau pemikiran tapi harus terjun langsung untuk membantu rakyatnya….kalau untuk Warna baru…rakyat nggak perlu warna baru yg penting bantuan dan ucapan yg nyata.
August 26th, 2008 at 05:18
kepada mbak maryam, smoga Allah menuntunmu kejalan yang diridhoiNYA… seorang artis terjun ke dunia politik itu sah-sah saja asalkan dia tetap ingat itu semua dilakukan untuk menyalurkan aspirasi dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat…. mbak klo udah duduk di kursi legislatip jangan lupa kalau kamu adalah seorang wakil rakyat… itu adalah amanat yg sangat besar…..jadi jangan sampai dikhianati…moga mbak maryam menjadi wakill rakyat yang memegang amanah…AAAmiiiiin. wassalamualaikum.
August 26th, 2008 at 07:26
Tambah satu lagi artis yang jadi caleg…wajar aja sih, tapi……….jangan seperti Al amin, max moein, dll dll yang cuma obral janji sebelum di pilih, sesudah terpilih boro2 mikirin rakyat, tapi gimana morotin rakyat untuk memperkaya dan menyenangkan diri sendiri.
Ingat saudara2…do’a rakyat yang anda porotin akan membawa anda menjadi penghuni NERAKA JAHANAm!
Semoga Mbak Rachel bisa mawas diri jika nanti terpilih…
Alya
http://www.panamcruisers.com
August 26th, 2008 at 07:28
Siapa sih yang nggak mau jadi DPR, kalo kita perhatiin, ternyata banyak main suap disana itu, sudah tradisi kali ye…Memang pada saat kampanye semua caleg itu pasti akan mengatasnamakan rakyat kecil, tapi setelah jadi… au aaahhhh …. yang miskin makin banyak yang beli mobil mewah makin banyak….. buat mba Rachel mudah-mudahan cita-citanya menjadi anggota DPR kesampaian, jadilah wakil rakyat yang benar, wakil rakyat yang memiliki HATI NURANI… Amin!
August 26th, 2008 at 07:39
Sebagai salah satu ketua DPP Generasi Muda Demokrat, saya melihat fenomena ini sangatlah tidak lucu. Fakta bahwa selama ini, artis yg telah dahulu terjun ke dunia politik sangat tidak perform dan tidak bisa berbuat banyak untuk rakyat. Seperti Adji Massaid, Angelina Sondakh dll. Bisa ngomong apa mereka di DPR? Apakah mereka bisa vocal? Apakah mereka berani INTERUPSI ketika arah sidang akan memutuskan suatu keputusan yg tidak memihak rakyat? Yang ada, mereka diam saja. Mungkin tidak berani bersitegang dengan rekan2 DPR lainnya. Kan ngga lucu itu! Jangan main-main.
Benar adanya bahwa partai politik memanfaatkan kepopuleran para artis untuk existensi parpol itu sendiri dalam bersaing dengan sekian banyak parpol yg ada. Seperti gelap mata saja. Cara apapun ditempuh. Dan benar adanya, bahwa ketika artis itu terpilih, parpol akan mendulang keuntungan. Dan sang artis tetaplah menjadi artis yang hanya merupakan hiasan/pemanis saja. Bisa berbuat apa untuk rakyat? Wong di “stir” koq oleh parpol dengan kebijakan-kebijakan internal partai.
Dalam berpolitik, berorganisasi, kita tidak cukup belajar dalam sehari. Learning processnya begitu panjang. Bukannya menjagokan Golkar ya. Tapi sampai saat ini, Golkar lah satu-satunya partai yg profesional dalam berpolitik. Sungguh matang.
August 26th, 2008 at 07:54
terserah rachel ajalah..
yang belum di lamar partai jangan sewot..
berusaha terus supaya diincer parpol****
August 26th, 2008 at 08:12
Salam,
Saya dan mba Rachel sendiri pasti tahu bahwa menipu diri sendiri adalah lebih bodoh daripada menipu orang banyak.
Jadi memang kalau mba Rachel sudah mantap dan siap, yah Monggo mba jadi caleg bahkan duduk di kursi wakil. Karena kalau merasa mampu untuk berbuat sesuatu untuk rakyat yg memilih, saya rasa itu sudah cukup.
Kemampuan yg mba rasakan haruslah dibuktikan oleh waktu. Bahkan seorang tokoh terhormat seperti bpk. alm. Sophan Sophian saja akhirnya merasa gagal dan menyatakan keluar dari Dewan rakyat karena tidak bisa berbuat apa-apa.
Saya sebenarnya senang melihat orang muda jadi wakil, tapi yg sudah-2 karena budaya kita yg harus tunduk sama ’senior’, atasan dan org yg lebih tua. Jadinya banyak yg di dalam gedung wakil itu yah diem-2 saja.
Bukannya saya mengharapkan semuanya mengeluarkan suara, pastinya gaduh lah 500 lebih angauta dengan ngoceh semua.
Tapi ada hal-2 dan saat-2 tertentu dimana dibutuhkan seseorang yg siap membela kepentingan rakyat untuk mau ‘tampil’ ke muka dan bertiak lantang atas ketidak adilan yg dilihat.
Cukup malu saya, ketika ke negara Vietnam. Mereka hampir mengejar kita. Padahal pembangunan ketinggalan sekitar 25 thn. Belum lagi Malysia dan Thailand, yg sudah berada di depan.
Itu semua karena wakil rakyat masih lebih mementingkan kepentingan golongan dan partai di atas kepentingan rakyat.
Pada Pemilu pertama setelah Reformasi, hanya ada satu partai yg mengembalikan uang rakyat, karena ada kelebihan subsidi dana kampanye dari pemerintah.
Yg lainya? Banyak partai tidak melakukan kampanye gencar tapi dapat dana yg sama jumlahnya dengan partai yg besar dan berkampanye jor-2 an. Uang sisa kampanye? Yah, diakui habis lah. Lalu dibagi rata ke seluruh dewan partai. Padahal kan lumayan kalau dikembalikan
Terus, angota dewan yg menuntut uang pesangon?
Angota dewan kan dipilih rakyat untuk bekerja selama 5 tahun.
Mereka bukan pegawai yg berkarier. Lantas kok ada pesangon?
Blum lagi tuntutan angota dewan akan kesejahteraan mobil.
Dikasih mobil bekas yg masih baru, ramai-2 menolak.
Lah, kita rakyat yg memilih saja hanya dapat bis bekas dari China dan Jepang. Tidak malukah mereka?
Come on, akuilah bahwa negara miskin dan butuh uang. Jadi kita bisa seperti India, dimana angota Dewan itu mobilnya buatan India yg kecil, murah dan jelek tapi masih bisa dipakai.
Tapi maju terus mba, buktikan pada rakyat bahwa memang anda layak.
Yg terpenting buktikan pada diri sendiri.
August 26th, 2008 at 08:30
Rachel….setiap orang diberi talenta oleh tuhan. Kembangkanlah talenta yang ada pada anda sebaik mungkin. Jika menjadi anggota legislatif, saya rasa talenta orang lain. Karena jika dipaksakan maka rakyat yang menjadi korban. Edukasi, pengalaman, iman, dll sangat diperlukan. (jangan jadi anggota legislatif hanya untuk cari popularitas dan penghasilan)
August 26th, 2008 at 08:44
Hi Rahel…
Dalam dunia akting saya yakin kamu bisa tampil maksimal karna itu memang bukan bidang baru buat kamu. Tapi kalau kamu ikut menjadi caleg, satu hal mungkin yang saya pertanyakan, konsep apa yang sudah ada dalam pikiran kamu yang akan kamu tawarkan kepada masyarakat yang akan milih nantinya… apa harga elpiji yang terus melambung setelah minyak tanah di tarik dari peredaran..? Apa kamu berani bersuara vokal untuk kekayaan papua yang di gerus habis oleh amerika…..? apa kamu juga tau apa itu artinya subsidi…?.. Tolong pertimbangkan lagi, sehingga jangan sampai seandainya kamu terpilih menjadi anggota dewan, kamu malah menyewa staff ahli yang notabenya harus kamu bayar mahal dan bisa menjadikan kamu untuk mencari celah darimana kamu harus bayar staff ahli tersebut.
last, tolong diingat bahwa saya memang mendukung orang muda untuk maju menjadi anggota dewan bahkan presiden…TAPI……bukan orang yang tidak mampu…… tolong kamu berkaca lagi yah…
August 26th, 2008 at 08:55
Jabatan adalah amanah….semoga mbak rachel bisa menjaga amanah itu dan bukan hanya sebagai komoditi parpol saja
August 26th, 2008 at 08:59
terserah dek Mar dech, di larang jga percuma, tpi heranya knapa partai gak nglamar mas yg unemployment ni yach, kan lumayan dripada dak pnya kerjaan, pa yg nganggur dak boleh ikut nyampaikan aspirasi yach.. pdahal otak akang ini juga gak dedel2 banget, pendengaran juga baik kalo cuma buat ikut rapat sambil gosip…..huhuhu…
Auk akh gelap banget sich….
Oew…. sapa matiin lampunya !!!!
August 26th, 2008 at 09:15
Sesungguhnya, kehancuran suatu bangsa dimulai ketika amanah rakyat diberikan kepada orang yang tidak tepat.
Mari kita sambut kehancuran bangsa ini, karena tanda itu telah dimulai.
August 26th, 2008 at 09:16
Iya emang terdengar latah kalo semakin banyak saja artis yang terjun ke politik… kalo mereka emang mampu sih ga apa-apa. tapi kalo minim ilmu tapi nekat ikutan, waduh repot kalo rakyat diwakilkan oleh orang2 yang minim pengetahuan.
August 26th, 2008 at 09:43
Anda memberi satu lagi alasan untuk tidak memilih Gerindra.
August 26th, 2008 at 09:47
artis………….latahhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh
August 26th, 2008 at 09:47
semua tindakan yang diawali dengan niat baik itu insyallah akan menjadi baik..
tapi itu gk lekas akan menjadi baik kalau tidak disertai dengan kemampuan yang baik..
so..jujurlah pada diri sendiri, apakah amanah yang akan diemban nanti sanggup akan kita jalankan..
Karena semua itu memerlukan proses agar kita bisa menjalankan amanah dan siap menghadapi tantangan dimasa depan..bukannya ujug2 ingin menjadi caleg..
terjemahan bebas salah satu hadits Nabi SAW kurang lebih seperti ini…
“Ketika suatu urusan sudah dipegang oleh yang bukan ahlinya, maka tunggu saja tanggal kehancurannya…”
(ps: ini hanya pesan seorang anak bangsa untuk anak-anak bangsa lainnya)
salam indonesiaku
saya setuju dengan komentar mbak di atas ini, masuk akal n so wise
August 26th, 2008 at 09:54
namanya nya juga wakil rakyat mau dari kalangan apapun syah2 ajah tuh
August 26th, 2008 at 10:01
Adikku yang manis, politik itu tak semudah yg dibayangkan, tidak seperti artis. Jadi artis itu mudah sekali, latihan seminggu sudah jadi. Selebihnya cuma menghapal naskah saja. Saya jamin, peran apapun mudah. Namanya juga bohong-bohongan.
Politik itu berhubungan dengan urat syaraf kekuasaan. Jalur partai, pengkaderan dan segala macam trik dan intrik. Artis itu dicalonkan hanya untuk meraih suara, kalau menang, kepilih maka hanya akan jadi boneka. Kamu hanya boleh berbuat, berlaku dan berkata sesuai dg garis partai yg mengusung kamu, yang mensukseskan kamu. Ketika kamu akan memunculkan pendapat, idealisme, dlsb … paling mereka bilang, ” Kamu tahu apa ? Memangnya kamu bisa apa kalau ini tak merestui dan itu tak berkehendak ? ”
Saran saya, kamu dan juga para artis yang masih punya masa depan, janganlah ikut jadi badut artis atau artis badut politik. Jadilah dirimu yang telah bersinar karena kamu. Jangan biarkan para penipu memanfaat sinarmu untuk dijadikan alat permainan.
August 26th, 2008 at 10:02
no comment. Namanya juga artis. kan sekarang lagi mo bikin film DPR=Dewan Penipu Rakyat, jadi membutuhkan artis yang banyak!
August 26th, 2008 at 10:07
jangan cuman jadi perahan gerindra yah..
jangan cuman popularitasmu saja yang yang dimanfaatkan sama gerindra. justru pelajarilah banyak hal dari para politisi di sana.
kalau ada yang baik, masukkan dalam ‘list kebaikan’ untuk kemudian ditiru dan disiarkan. tapi kalau ada yang jelek, masukkan dalam ‘list keburukan’ untuk kemudian dihindari dan dijauhi.
untuk pesan2 jika terpilih nanti, saya kok yakin ya kalo mbak rachel ngga akan kepilih
jadi pesan saya, banyak2 saja belajar dari proses demokrasi ini. kepilih ato enggak, bukan urusan kita. itu urusan takdir yang sudah digariskan Allah sejak mbak rachel lahir. yang penting kita menyempurnakan proses yang kita jalankan. dan itulah ibadah.
August 26th, 2008 at 10:13
waaahh… emang pilihan yang berat mbakk..
mungkin anda termasuk orang yang peduli pada rakyat kecil…
tapi mungkin juga anda termasuk korban kelicikan para politisi yang pengen memanfaatkan popularitas artis…
coba teliti aja diri anda… apakah qualified jadi caleg..
jangan ampe jadi korban habis manis sepah dibuang….
ntar gak laku di politik …., dunia artis juga ga nrima lagiii….
apa kata dunia…?????
August 26th, 2008 at 10:20
selamat mbak …
semoga pilihan ini sudah dipikirkan masak masak masak masak ..
masaknya banyak soalnya politik bukan sekedar populer dan cantik doang.
dunia politik penuh tantangan dan tarik ulur, perlu orang yang punya IMAN-ILMU-KEBERANIAN….kalo mbak punya 3 hal itu silahkan maju terus…
dan kalo nggak … jangan jangan cuma dimanfaatin oleh partai …
hati hati mbak …
August 26th, 2008 at 10:22
Mba’ Rachel, sudahlah… enakan jadi artis kok. Bener deh..
kalo sekarang saja baru mau jd caleg sudah banyak yg mencibir apalagi nanti setelah jadi caleg dan ternyata terbukti memang hanya modal tampang dan ketenaran saja alias ga bisa apa2.. Makin jd ocehan rakyat tuh..
Ingat di DPR itu kerjanya banyak rapat dan debat.. bete loh mba’ nanti
Mending jadi artis deh, ga perlu mikir2 amat kerjanya.. lagian sayang kan mba’, sudah dianugerahi wajah yg cantik harus jadi santapan mata liar politisi2 keblinger di Senayan..
August 26th, 2008 at 10:25
yang penting jangan korupsi ya Mbak.. Dan kalau bisa berjuang lah bersama teman-teman di legislatif yang ingin memberantas Korupsi. Logikanya, Mereka (pejabat di legislatif) gaji sudah tinggi, fasilitas sudah dapat banyak. MEngejar apalagi? sampai harus korupsi.. Banyak orang terbunuh karena orang lain korupsi.
Perjuangkan kepentingan rakyat, turunkan harga, perbaiki ekonomi, hentikan keterikatan dengan asing. Contoh: Negara kita kaya, tetapi kebanyakan yang mengelola adalah pihak asing. Pejabat2 mengijinkan mereka utk mengexplorasi negara kita tercinta yang kaya ini. Yang untung besar adalah pihak asing, pejabat yang mengijinkan disuap, pendapatan yang masuk negara sangat sedikit. Dan tentunya yang diberikan kepada masyarakat sangat sedikit. Dalam UUD 45 menyatakan bahwa segala kekayaan negara dikelola un tuk kepentingan masyarakat. Tetapi? Tetapi? Pada kenyataannya hanya untuk kepentingan pihak-pihak tertentu.
Negara kita hutan dunia, kita lihat berpa juta hektar hutan yang telah habis ditebangi kayunya hanya untuk “UANG”. Lagi-lagi permainan pejabat dan pengusaha yang tidak memikirkan kedepan bahwa mereka akan menghancurkan diri sendiri.
Buat Rachel Maryam, berjuanglah.. dan tetap berjalan di jalan yang benar. karena banyak orang yang berkata A dengan idealisme yang tinggi, tetapi setelah jadi pejabat, jadi lupa diri.
August 26th, 2008 at 10:31
ga ada larangan buat artis atau siapapun jd caleg. yg jd masalah adalah ojektifitas apakah seseorang itu mampu atau nggak. bahkan seorang tukang becak pun boleh aja jd caleg asal kemampuannya mumpuni.
Sekarang gini aja. cb mbak rachel jawab pertanyaan saya, tanpa nanya ke org lain, hrs murni pemikiran sendiri. dr jawaban itu kita bisa nilai kualitas mbak, klo jawabannya bagus, berarti saya hrs memperbaiki penialaian saya, krn jujur sy menilai masih banyak org yg lebih pantas dibanding mbak rachel (no offense, itu yg saya simpulkan dari mebaca komentar2 anda di blog dan berbagai berita), tp klo nggak, semua bisa berpikir untuk tidak memilih mbak, n sebaiknya mbak jg pikir2 lagi krn di dpr itu medan yg ga gampang, serba abu2, n jgn sampe jg cm dimanfaatin partai buat popularitas
seandainya nanti jadi anggota dpr terus ditawari uang suap, apa yg akan anda lakukan?? disatu sisi, menerima itu tentu saja salah, tetapi klo tidak diterima maka anda akan dikucilkan teman2 yg lain (ingat sebagian besar anggota dpr msh tipikal yg suka korupsi), yg artinya anda tidak dilibatkan dlm rapat2 atau dihalangi dr akses informasi, yg mungkin berisi hal2 yg sedang anda perjuangkan. jadi, pilihan apa yg akan anda ambil. pilihan terima akan membuat anda bisa tersandung masalah suap, tapi anda bis tetap memperjuangkan aspirasi dlm masalah yg dibahas. pilihan tidak akan membuat anda tidak dapat berkontribusi, bersih, tapi ada atau tidaknya anda di dpr akan sama saja
mudah2an ga bingung bacanya, ini cm salah satu permasalahan yg mungkin dihadapi org yg berjuang d dpr. mohon tidak dijawab dgn melakukan pengandaian lain (misalnya hal ini tidak mungkin terjadi), krn pertanyaan ini untuk mengukur kemampuan anda. jawab, “terima” atau “tidak” dan langkah2 anda secara konkrit.
August 26th, 2008 at 10:44
Kan Zamanya sekarang Artis jadi politikus, politikus jadi artis heee….
Makanya kalo sidang DPR / MPR ya ada dagelan2 nya …………………..
kalau zaman ORBA dulu sidang DPR / MPR hanya koor nyanyian lagu setuju …..
sekarang ya dikit lebih baik (dikit aja ya) gak banyak, paling ya seujung kuku kali bedanya ……
Sekarang kan banyak Anggota DPR / MPR atau mantan (karena sudah di re-call kali), jadi tenar ya karena gosip apa aja (cerai, korupsi, de el el)
Ya seperti Al-amin sekarang sering di TV karena kasus korupsi nya juga kasus gugatan dari istrinya (penyanyi dangdut Kristina), juga yang lainnya …. korupsi oh korupsi …………………………
August 26th, 2008 at 10:49
Menurut saya seorang caleg harus mampu mengurus diri sendiri dan keluarganya sebelum mengurus orang lain apalagi mengurus negara. Dia juga harus memiliki integritas kepada rakyat. Jika dia tidak bisa mengurus keluarganya hampir pasti dia tidak akan bisa mengurus negara. Caleg ini pasti hanya numpang hidup minta dibiayai negara dan akan menjadi benalu di legislatif karena tidak produktif.
Sayangnya banyak caleg termasuk dari kalangan artis yang memiliki problem pribadi; perceraian (kawin cerai), poligami, selingkuh, masalah anak, narkoba dll tidak memiliki rasa malu menjadi legislatif. Gilanya lagi partai politik membawa orang yang tidak bisa mengurus diri sendiri ini menjadi perwakilan partai untuk duduk di kursi dewan yang terhormat.
Saya sedih para pahlawan berjuang mengorbankan nyawanya untuk membangun negara merdeka. Tetapi kini kini balas jasa orang yang mengurus negara justru mengorbankan nyawa rakyatnya (tidak berpihak pada kehidupan rakyat tetapi justru korupsi berjamaah (kasus BLBI, suap, zinah, pelecehan seksual dll).
Saya kawatir negara ini akan diurus oleh orang-orang yang tidak bisa mengurus dirinya sendiri.
August 26th, 2008 at 10:55
Dunia entertaint sudah cukup bagus bagi Anda.
Aku harap, indonesia jangan berakhir spt Panggung Sandiwara.
Masih banyak orang2 yg lbh pas dalam pengetahuan dunia Politik, hanya saja orang2 tersbut tidak memiliki figur spt yang Anda miliki.
Saya kira, tindakan yang kurang benar adalah dari pihak Partai yang memanfaatkan kebesaran nama Artis.Bukan artisnya yang di salahkan.
Kebijaksanaan ada di tangan kedua belah pihak.Partai dan Artis.
August 26th, 2008 at 11:09
Selamat buat Rachel yang sudah berani untuk ikut dalam proses pencalegan, satu hal yang menarik dari tulisan rachel ialah:
“Alasan saya untuk menerima tawaran menjadi caleg, selain ingin ikut memberikan ide, pemikiran, dan warna baru di legislatif, menurut saya, tidak ada salahnya kalau ada perwakilan seniman yang duduk di legislatif”
memang ngga salah mbak, cuma… ya ide, pemikiran dan warna apa yang akan mbak bawa ke Senayan? Kalo cuma meng-copy jargon2 kampanye yang sudah basi didengungkan para politisi, buat apa jadi caleg?
So, kalau nanti terpilih jadi anggota dewan yang terhormat mendingan kerja di komisi yang sesuai dengan capability Rachel (contohnya mungkin untuk komisi yang mengurusi masalah kebudayaan/kesenian)
OK, selamat berjuang, kami tunggu ide, pemikiran dan warna yang akan Rachel bawa ke Senayan…
August 26th, 2008 at 11:15
Apakah Anda sudah mampu membuktikan menyejahterakan Keluarga Anda? Kalo sudah =>
Apakah Anda sudah mampu membuktikan menyejahterakan Tetangga / lingkungan sekitar Anda? Kalo sudah =>
Apakah Anda sudah mampu membuktikan menyejahterakan Kampung Anda? Kalo sudah =>
Apakah Anda sudah mampu membuktikan menyejahterakan Kota Anda? Kalo sudah =>
Apakah Anda sudah mampu membuktikan menyejahterakan Provinsi Anda? Kalo sudah =>
….. begitu seterusnya.
Mengapa?? … karena hal itu yang akan dijadikan pertanyaan oleh Yang Maha Kuasa di Akhirat.
Tapi semua itu kembali ke masing2 pribadi, anggaplah comment ini hanya penimbang dari beberapa comment yang lain.
Rgds
Topanio
August 26th, 2008 at 11:20
setiap orang punya hak masing2 untuk menjadi apapun yang dia inginkan. termasuk artis(dalam hal ini mbak rachel) hanya saja pertanyaannya adalah bagaimana kesiapan dan peran serta anda dalam menyikapi tuntutan2 yang ada di masyarakat. seorang artis bisa saja berhasil dalam dunia perpolitikan jika ia memiliki kemauan dan kesungguhan memperjuangkan suara rakyatnya, namun artis dapat pula terjerumus dalam dunia perpolitikan yang kelam dan melupakan kepentingan2 rakyat yang seharusnya di perjuangkan. Seorang artis bisa saja sukses menaungi kepentingan rakyat yang semakin hari semakin kian terpuruk karena tingkah laku pejabat dan wakil rakyat yang memeras dan mencekik suara serta hak rakyat kecil. namun perlu diingat, banyak pula artis yang pada awalnya berbicara lantang untuk kepentingan rakyat kecil sekarang berubah menjadi selebriti politik yang cuman dijadikan hiasan partai politik dan terkadang mereka juga jatuh dalam lembah hitam dunia perpolitikan(dunia penyengsaraan rakyat). sekarang tergantung anda menyikapinya… apakah ingin jadi selebriti yang akan memperjuangkan rakyat atau hanya ingin jadi hiasan partai untuk menarik massa yang akhirnya menjadi sekumpulan wakil rakyat yang menindas kaum papa……
August 26th, 2008 at 12:00
Hi Rachel,
Soal mau jadi aktifis seni or aktifis mimbar politik, siy sah-sah aja…
Tapi Gerindra?? kenapa Gerindra?? emang gak ada yang lain?
Kalau mau belajar politik, pakai donk kendaraan politik yang sudah mapan (dalam artian luas… termasuk porfolio yang sehat, bersih, biasa bermain fair dst.)… maz Prabowo? sapa yang gak kenal beliau?… pertanyaannya… siapa yang memanfaatkan siapa? kasian bang Andi yang sekarang masih jadi pak RW 007 donk, beliau khan orang bersih dan jujur bo!.
August 26th, 2008 at 12:09
loha…
Rachel aku TATA.. met kenal ya…
Jadi caleg bagus jg, mencoba gak salah…
so tetep optimis…!!!
August 26th, 2008 at 13:17
dari dulu sampai sekarang, pesta demokrasi selalu membodohi rakyat.
dengan semakin banyaknya artis yang masuk caleg, membuktikan partai gagal mendidik rakyat, artis seperti dijadikan sumber glamor dan carmuk.
lihat aja keadaan sekarang, orang-orang yang duduk sebagai wakil rakyat. sudah pintar bersandiwara (meskipun masih kelihatan belangnya).
mungkin juga dengan artis masuk sebagai caleg atau wakil rakyat, untuk memudahkan bersandiwara/beracting untuk membantu /meningkatkan kesejahteraan rakyat. jadi wakil rakyat ngak perlu belajar bersandiwara / beracting lagi, atau tidak perlu disekolahin untuk belajar peran.
August 26th, 2008 at 13:19
aduh please deh jangan mimpi jadi caleg….ga laku ya mba di artis ;p
August 26th, 2008 at 14:14
mbak rachel maryam..
selamat ya, mudah2an mbak terpilih.
saya baca tulisan mbak yang sangat sederhana namun persuasif dan sangat rendah hati di atas, saya pribadi salut. Dengan alur logika yang seperti itu, saya pikir mbak rachel memang ada kualitas untuk jadi orang2 terpilih dilegeslatif.
selamat mbak, selamat berjuang, semoga terpilih.
August 26th, 2008 at 14:17
Memang pencalonan artis oleh parpol untuk jadi caleg tidak lain karena motif politik. Jadi anggota legislatif ya posisi politis juga. Jadi demi perolehan suara apapun boleh dilakukan.
tapi…..
Ada kelebihan dengan anggota legislatif dari seniman atau artis. Mereka tentunya tidak mata duitan (amiiinnnn…) mengapa? karena tentunya artis yang direkrut adalah yang masih punya nama dong.. masih laku setidaknya. Artinya punya cukup uang untuk menghidupi dirinya sendiri dari keartisannya. Sehingga penghasilan di legislatif boleh dianggap bonus saja. Nggak ngoyo pokoknya untuk urusan duit.
Kalau masalah idealisme, pengalaman, dan kemampuan ya entar dulu deh… sukur-sukur kalau ‘Rachel’ punya hal tersebut. tetapi yang penting untuk sekarang Calegnya nggak ‘ijo’ kalau melihat duit apalagi potensi duit,
Salam buat Rachel semoga sukses.
August 26th, 2008 at 15:44
Jangan hanya bicara k rakyat buktikan dgn baik
August 26th, 2008 at 16:12
Saya Dukung kamu jadi Caleg. jgn hiraukan omongan kanan-kiri. jadikan kriktik2 tersebut sebagai kritikan awal sebagai masukan…karena kalau rahel sudah benar-benar terjun ke dunia politik, maka kritikan akan semakin banyak….. buktikan dengan memberikan semua kemampuan dan kontribusi yang maksimal terhadap kepercayaan masyarakat, sehingga masyarakat bisa merasakan manfaatnya….sehingga dengan sendirinya Rahel telah melakukan sesuatu bagi bangsa ini. hanya satu saja saran dari temenmu ini. jgn nodai kepercayaan masyarakat…. selamat berjuang kawan
August 26th, 2008 at 16:27
Apakah orang yang bener2 ahli mengurus bangsa ini sudah habis????
August 26th, 2008 at 17:34
[...] Rachel Maryam menuliskan hal tersbut di blognya pada posting berjudul “Saya dan pencalegan“. [...]
August 26th, 2008 at 18:01
Maju terus Rachel.
Apabila terpilih nanti, tunjukkan bahwa artis bukan hanya tukang dugem melainkan juga warga negara yang pantas menjadi legislator. Justru, kalau jadi anggota DPR nanti, silakan kurangi aktivitas dugem ke club, karaoke, hotel dll. Banyak orang yang mengatakan bahwa artis tukang dugem. Padahal, tidak semua artis tukang dugem. Justru, kalau rakyat mau melek, banyak anggota DPR yang kerjanya dugem. Hanya saja, mereka itu tidak tahu. Kadang-kadang, kalau ada anggota DPR mau minta proyek ke pejabat departemen, mereka melakukannya, kalau tidak di hotel ya di tempat dugem semacam karaoke.
Nah, khusus untuk Gerindra, pada saat memperingati HUT Kemerdekaan di Nusantara Polo Club, Pak Prabowo sudah mengatakan bahwa “Kader Partai Gerindra diharamkan korupsi!” Oleh karena itu, kalau nanti jadi anggota DPR, tidak usahlah minta-minta proyek ke pejabat departemen. Haram itu!
August 26th, 2008 at 18:07
Aku mendukung setiap orang untuk berkontribusi pada negara ini. Mantan presiden Ceko adalah juga seorang seniman. Politisi tidak mempunyai sekolah khusus. Mereka datang dari berbagai latarbelakang. Ada yang berasal dari pekerja kantoran, pengusaha, birokrat, agamawan, dll. Ada juga yang kerjanya sehari-hari memang mengorganisasikan dirinya di partai politik. Artis, yang sebagian adalah pekerjaan mereka juga saat ini. Politik adalah sebuah dunia yang semua orang bisa masuk ke dalamnya. Karena dunia politik di parlemen, adalah dunia di mana seseorang bisa bekerja untuk memproduksi dan mengakomodasi gagasan-gagasan demi perbaikan masa depan rakyat yang diwakilinya. Sekali lagi ini tidak ada sekolahnya. Tetapi memang dibutuhkan komitmen, moral dan wawasan. Dan saya percaya itu bisa mbak Rachel lakukan. tidak usah indahkan orang2 yang berpikiran sempit/picik tentang profesi keartisan. Sekali lagi artis sama dengan pekerjaan lainnya, hanya media pekerjaannya saja yang berbeda. Maju terus mbak.
August 26th, 2008 at 18:10
Saya lebih cenderung menghidupkan kembali slogan yang pernah diusung Partai Komunis Indonesia (PKI) : PERSENJATAI BURUH dan TANI untuk memperjuangkan nasib mereka yang sudah sangat tertindas. Barangkali ini lebih baik daripada disumpal janji-janji calon legislator.
August 26th, 2008 at 19:54
Satu hal yang ingin saya tanyakan dari para artis yang terjun ke dunia politik praktis tanpa proses panjang adalah seberapa paham mereka dengan irama politik di negeri ini. Apalagi, politik di negeri ini sangat sulit diprediksi dan telah sangat tercemar oleh pengkhianatan atas amanat bangsa. Bisakah mereka lebih “licin” dan lebih “cerdas” daripada politisi yang telah melewati perjalanan panjang lewat aktivitas mereka di partai politik, terutama para politisi busuknya? Bahkan seorang Sophan Sophian (almarhum) pun akhirnya menyerah, padahal beliau relatif matang dalam dunia politik di negeri ini dan berasal dari keluarga yang sangat melek politik.
August 26th, 2008 at 20:34
entah jadi apa negeri ini, semua merasa jadi wakil, sedang orang yang diwakili tak merasa terwakilkan… hmmm ditambah lagi para artis merasa jadi wakil rakyat jelata… aku hanya tersenyum… entah apa yang dipkiran mereka…….. kehidupan mereka sangatlah berbeda jauh dengan kehidupan rakyat jelata. sedang ketika mereka merakyat mereka disorot media innfotainment dan mereka bercanda dengan kemelaratan rakyat dengan air mata buaya dalam sorotan kamera…… entah jadi apa negeri ini bila orang merasa mewakili orang yang tak pernah merasa terwakilkan……. hah kita tunggu saja episode per episode dari sinetron politik negeri kita
August 26th, 2008 at 20:36
waaahhh… selamat yaa Mbak Rachel, terpilih jadi salah satu caleg parpol tuk pemilu 2009 mendatang,, smoga apa yg Mbak rencanakan tercapai, sukses slalu…. demi kepentingan bersama, rakyat Indonesia…
August 27th, 2008 at 00:11
Selamat atas Pencalegannya yah…
mari kita berjuang bersama menuju Indonesia adil dan makmur berdasar Pancasila dan UUD 1945
Danang (Caleg Gerindra Dapil Jateng X)
August 27th, 2008 at 07:17
q ga permasalahin u siapa trs nyaleg.yg q pengin u ngaca dlu, u intip dlu hati nurani u…trs tanyakan apakah u mampu menjalani tugas ini.ini berat mab rachel…DPR bukan panggung seni, yg jelas mba sudah pengalman di dalamnya. asal mba tau, di desa byk bngt orang susah (maaf cuma ngomongin desa, soale q orang desa)
q ga butuh orang cantik, ga butuh orang yg pinter ngomong aja! q butuh ke ikhlasan, hati nurani, dan orang2 yg ga doyan nylimpetin duit negara,… silahkan ngaca dulu dan berpikirlah….!!!
August 27th, 2008 at 09:24
hai Rachel ……….sebenarnya saya juga senang para seniman ikut terjun ke politik..supaya ada warna begitu….tapi warna apa yg kami inginkan dari rakyat indonesia ini adalah…..warna adanya kesejahteraan lahir dan bahtin. Satu hal jangan sampai pada saat belum dipilih umbar yg maniz-maniz tapi setelah terpilih tebar yg pahit-pahit……..ingat ya rachel kepemimpinan itu adalah amanah………pasti nati akan dipertanggung jawabkan atas amanah itu.
Oke semoga jadi wakil rakyat yg benar-benar merakyat, jujur, rendah hati dan maju terus pantang mundur.
cheer…….
August 27th, 2008 at 10:58
Selamat yah Rachel atas pencalonnanya utk daerah Bandung dengan no urut caleg satu semoga kamu dapat memberikan aspirasinya bagi Bangsa negara & Rakyat Indonesia ini yang lebih baik dari yang terbaik juga semoga kamu diberikan kesehatan & kekuatan Lahir bathin begitu juga utk semua pengurus PARTAI GERINDRA (Salam Gerindra DPC Jak-Bar. Keb Jeruk) harry_menes@yahoo.co.id Semoga Sukses utk Caleg Bandungnya amin.
August 27th, 2008 at 11:14
jadi caleg sih gapapa. tapi kenapa mau sama gerindra?? secara muchdi pr lagi disidang sebagai terdakwa pembunuh munir gitu lhoooo… hellloooo.. *garuk tembok*
August 27th, 2008 at 11:19
Jadi politisi khan profesi juga. Untuk dapat “diterima kerja” khan harus lewat interview. Nah, tolong Anda jawab pertanyaan interview ini:
1. Mengapa Anda memilih jadi caleg partai Gerindra? (Why do you want to work for this “company”?)
2. Apakah keahlian yang bisa Anda berikan? (What skills do you have that support your job?)
3. Apa saja kelebihan/kekurangan Anda? (What are your strengths and weaknesses?)
4. Tolong ceritakan bagaimana Anda menyelesaikan konflik ditempat kerja Anda sebelumnya(Tell me how do you resolve the conflict in your previous work place)
5. Bagaimana cara kerja Anda didalam kelompok (How do you work in a team)
6. Tell me about your experience in problem solving. What did/did not work for you.
Nah, jika Anda bisa menjawab pertanyaan-2 interview ini dengan jujur dan memberikan contoh kasus yang berkaitan dengan future job Anda sebagai anggota legislatif, maka Anda layak dicalonkan. Tanyakan kepada diri sendiri :Why do you want to become caleg; what would you do; how deep is my knowledge and passion.
August 27th, 2008 at 11:47
kutu kupret
August 27th, 2008 at 13:21
salam mbak Rachel,
Saya mengerti banyak orang yg sinis mbak dgn artis yg caleg. ya mungkin sebagian masyarakat menilai banyak artis yang skrg udah susha jadi panutan. Kita lihat sendiri khan banyak sekali berita2 miring artis ketimbang yg gk miringnya. Selain itu, selama ini, saya kok melihat artis yg duduk di legislatif, (selain Marissa Haque atau Alm bpk Sophan Sophian) blom ada yg bener bener jadi ‘taring’nya masyarakat ya.
Kalo saya pribadi juga gk ada masalah, artis atau rektor atau rakyat biasa dicalonkan, karena udah malas dgn para politikus. Jadi kalo memang bener2 mumpuni ya hayuu aja. Selanjutnya ya tinggal suara hati artis caleg tsb, bener gk sanggup memegang amanah, karena kalo gk yoo dosanya selangit jeh. Apapun itu kalau dilalukan dgn iklas dan tanpa pamrih saya mah dukung aja,dmi kemakmuran dan kesejahteraan bersama.
Salam dari kota Eiffel
August 27th, 2008 at 16:01
mau jadi caleg? ngaca dulu lah.
kualitas anda sudah kelihatan dari tulisan anda yang dangkal. emangnya dunia politik sama dengan panggung sinetron???
kasihan rakyat yang sudah menderita ini.
semoga anda masih punya hati nurani…
August 27th, 2008 at 16:37
Ass. Wr. Wb.
Maaf mbak Rahel..tp mnurut saya, apa mbak Rahel punya kemampuan untuk membuat program2 yg bs mbuat rakyat lebih sejahtera? Maaf mbak..saya RAGU. Semua masyarakat tau, partai Gerindra pilih mbak biar bisa nambah suara (mbak kan dah dikenal lewat TV). Saya setuju dengan sobat saya di blog ini. Ingat hadist Nabi Muhammad SAW, “Bila bangsa ini dipimpin oleh orang yang bukan ahlinya maka tunggu aja kehancurannya”. Trus, kl mbak duduk di DPR, apa mbak yakin bisa gak ikut-ikutan korupsi? Sekali lg mbak, saya RAGU..!!
Aku masih ingat pengurus Gerindra yang namanya Pak Muhdi (dalang pembunuhan Munir). Aku sebagai warga aceh dan bekerja sebagai aktivis masih sakit hati dengan perbuatan beliau. Saya takutkan, kalau Gerindra berkuasa maka cara2 kekerasan ala Suharto akan terulang di negeri ini. Saya sarankan mbak mengundurkan diri dari pencalegan. Karena menjaga AMANAT rakyat itu BERAT mbak.. Lebih baik mbak mengurus keluarga. Itu lebih MULIA…
Ass. Wr. Wb
August 28th, 2008 at 12:13
MAU JADI CALEG ? BIAR ARTIS KEK, PELAWAK KEK, LAKI KEK, PEREMPUAN KEK… BUNTUT2NYA CUMA JADI KAMBING CONGEK !
JANJI2 PALSU WAKIL RAKYAT MAH SAMPAH ! WAKIL PARTAI KALI MUNGKIN, SOALNYA CUMA MEMENTINGKAN KEPENTINGAN PARTAI
BERANI JADI LEGISLATIF BERANI JUGA HADAPI RAKYAT, JANGAN CUMAN KEENAKAN DUDUK DI KURSI, DUIT NGALIR, TERUS KETIDURAN
MULUTMU HARIMAUMU
August 28th, 2008 at 18:25
Rachel sepatutnya NGACA …otak tidak berkapasitas prima tp terjun ke kancah politik..Mengerti politik? tidak..mengerti perekonomian?TIDAK..mengerti sosbud?TIDAKK..Mengerti kesulitan rakyat?TIDAKKK..Rutin memantau media ttg peristiwa nasional/internasional?TIDAKKKK!
Pakai baju masih terbuka atas bawah,berani mencalonkan diri jadi wakil rakyat..KETERLALUAN..
fenomena artis2 jadi caleg?MENJIJIKAN!!
Jelas sekali motifnya hanya UANG semata..Sudah tidak laku di dunia entertainment, mau kerja di perusahaan tapi tidak punya ijazah yang memadai karena kebanyakan hanya lulusan SMA dan kuliah asal2an..Sekarang banting setir jadi politician,nyari penghasilan dari uang rakyat..Ujung2nya korupsi2 uang rakyat lagi..
Tuhan maha melihat dan mendengar,Rachel..
Tolong jangan biarkan keserakahan menghancurkan nuranimu..
Semoga rakyat Indonesia pintar memilih wakil2nya…
September 4th, 2008 at 15:17
Wah cukup rame commentnya.
Sayang, masih banyak juga yang tidak “legowo”. Mencalonkan itu hak semua orang. Memilih pun hak semua orang. Tapi mencaci maki ? misuh-misuh ? rasanya kok gak relevan. Kalo tidak suka, ya jangan nyoblos. Simple kan ? hehehe. Gitu aja kok repot.
September 4th, 2008 at 15:50
Maju aja.Kalo Anda yakin apa yang Anda lakukan benar.
Tapi kalo masih merasa ilmu masih terlalu rendah dari yang seharusnya mungkin perlu bertapa kali ya di padepokan ilmu politik dan kenegaraan. Ikuti aja hati nurani anda.
September 9th, 2008 at 23:28
kalau kamu mau jadi caleg kamu harus siap jadi “budak” rakyat itu yang penting..god bless you.
September 10th, 2008 at 15:39
Salam kenal Rachel,
Saya adalah salah satu pengurus Partai Gerindra yg ada di daerah Jatim.
Salut jika anda berniat bejuang bersama Gerindra tapi please jangan khianati kepercayaan rakyat,karena banyak para anggota dewan dari kalangan artis yg hanya jadi penghias Gedung DPR RI.Mereka bungkam saat ada rapat yg menentukan nasib rakyat,mereka hanya pintar beretorika politik saja.Maka himpunlah kemampuan sebelum maju jadi legislatif,sebab makin berat perjungan anda ke depan.Awas rakyat kecil sudah muak dengan peragaan politisi busuk!
Hidup Gerindra,Jayalah Indonesia
September 12th, 2008 at 20:02
Terus maju mbak Rachel…….Saya sangat setuju sejuta persen karena majunya anda melalui partai terbaik di Indonesia saat ini yaitu partai Gerindra……Mudah2an setelah terpilih nanti anda tetap loyal dengan partai yang akan selalu berjuang untuk petani dan rakyat kecil….Jangan lupa untuk turun kesawah setelah terpilih mbak…..
Hidup Gerindra….Hidup mbak Rachel
September 19th, 2008 at 13:29
Dear Rachel Maryam.
Setiap usaha perubahan untuk menjadi lebih baik semestinya mendapat dukungan,sedangkan yang berkomentar negatif adalah yang telah berposisi nyaman didalam zonanya maka sudah pasti bagi mereka ini status quo adalah pilihannya.
Kesimpulannya adalah hak semua warga nagara untuk dipilih dan memilih politiknya right ?
Yang harus Rachel lakukan adalah do the best you have,yakinkan bahwa Rachel bisa dan buktikan dengan tindakan yang sesuai dengan apa yang diharapkan oleh konstituen yang nanti mempercayakan suaranya ke Rachel n lets make a simple ok mudah-mudahan efek positifnya bisa lebih menyebar dan melebar kesemua aspek.
So.. Rachel the show must go on !!! n dont worry aku yakin banyak koq simpatisan kamu yang berdomisili di dapil Jawa Barat 2 ( Kab Bandung & Kab Bandung Barat,apalagi Rachel pernah berdomisili di daerah itu )siap untuk memberikan suaranya ke Rachel dengan cara berkenalan n turun langsung ke konstituen ajukan misi,visi n target oriented yang Rachel tawarkan sebagai kompensasi untuk suara mereka.
Last….if you need partners for yours campaign mari kita bersama-sama mewujudkannya,kami siap mendukung kebetulan kita berdomisili di dapil Jawa Barat 2 OK !
adenimo@gmail.com
September 20th, 2008 at 21:21
Hi Rachel,
Jangan takut untuk maju. Modal utamanya adalah hati nurani.
Gw lebih percaya orang jujur….. Gw respek. Daripada orang yang ngakunya ahli politik tapi nuraninya amburadul, akhirnya pada jadi koruptor dan tukang ngebohongin rakyat.
Ilmu bisa dipelajari sambil jalan…jangan takut.
Maju Terus !! Keep the Faith…
September 20th, 2008 at 22:50
Kalo loe bisa lebih bagus dari yg lain knp ga,pake hati nurani menurut gua akan brhasil.gua setuju dgn pendapat FATHONI,praktek lgsg ke org2 yg kurang mampu,….
gua aja pingin bantuin org2 ga mampu,apa daya gua jg org yg kurang mampu,lah…hehe
met malam rachel,gua suka rambut kriwil loe,lucu:)
good luck…
salam buat Aming,alah ga nyambung ya,hehe
September 21st, 2008 at 01:10
mbak rachel yg aduhai, sy cuman saran. segera merapat ke mesin partai dan segera turun ke konstituen. sy yg kmrn memeriksa kuis di sahid loh..heheh. tetap semangat!
May 9th, 2009 at 17:53
Selamat ya mbak, akhirnya terpilih juga jadil anggota legislatif. DUkungan aku telah aku berikan dalam posting 26 Agustus 2008 di blog ini. Sekali lagi selamat bekerja, tingkatkan terus profesi dan pemahaman baru anda sebagai politisi. Ingat DPR adalah kerja tim, jadi tidak perlu gugup. Bertanya dan belajarlah pada lingkungan.